Pemaknaan Gambar pada Kualitatif

Sumber gambar : http://www.liputan6.com/

Pemaknaan Gambar pada Kualitatif

Penelitian kualitatif menggunakan data primer yang bersumber pada wawancara dan juga data lainnya yang bersumber pada observasi serta bersumber pada dokumen. Selanjutnya yang menjadi persoalan adalah bagaimana memaknai gambar dan tampilan visual pada kualitatif? Beberapa penelitian kualitatif, khususnya intepretatif menuntut pemaknaan sebagai bagian dari analisis. Sedangkan gambar juga sebagai data yang harus dimaknai. Gambar yang dimaksud adalah data dokumen dalam bentuk grafis atau diagram atau lainnya.

Berkaitan dengan penyajian data gambar, maka diperlukan perhatian atas format penyajian dan pengungkapan atas gambar tersebut. Kandungan informasi pada gambar akan mempengaruhi peneliti dalam pengambilan keputusan dalam analisisnya. Kualitas pengungkapan atas makna dibalik gambar inilah yang penting untuk diketahui. Mengungkap gambar sebagai data yang benar akan memberikan efek pencitraan yang kuat. Untuk itu diperlukan pemahaman yang kritis dan menekankan pada proses dan konteks.

Sementara itu, penelitian kualitatif mencoba untuk memodelkan atau menyusun desain tertentu secara induktif kerangka kerja interpretif (pemaknaan pada fenomenologi, etnometodologi, etnografis, interaksi simbolis, dan lainnya). Hal ini dibutuhkan pemaknaan grafis yang muncul pada data. Induktiflah yang menuntun  cara kerja paradigma interpretatif dalam pembacaan atas informasi grafis/gambar bahkan data visual. Namun, peneliti juga harus mempertimbangkan paradigma apa yang digunakan.

Pada pendekatan studi kasus, adanya pertimbangan investigasi atas data grafis. Misalnya data laporan keuangan perusahaan, dan lainnya. Memaknai laporan keuangan ini tergantung pada cara penyajian data tersebut. Beberapa perbedaan cara penyajian data maka bisa saja kemungkinan terdapat perbedaan intepretasi atas data tersebut. Informasi konteksual dan mendalam atas penggunaan grafis pada laporan keuangan akan berbeda hasil jika ditampilkan dalam bentuk visual atau bentuk lainnya.

Kerangka kerja interpretif lebih rinci dan detail dalam mengungkap grafis ketika dibandingkan dengan studi kasus. Tampilan visual akan banyak muncul pada interpretif ini. Analisis dokumenter akan menemukan beberapa informasi penting. Dan biasanya digunakan untuk mendukung data wawancara mendalam. Paradigma interpretif membahas juga sejumlah tampilan visual yang didiskusikan dengan isu-isu temuan yang relevan.

Penelitian kualitatif cenderung menampilkan data dengan pemaknaan yang dalam dan detail. Demikian hal ini berlaku bagi data dokumen yang ditampilkan dalam grafis dan visual. Sumber informasi pendukung ini akan membantu peneliti sebagai informasi tambahan. Keberadaan informasi tambahan ini ditampilkan melalui pernyataan naratif dan tidak menggunakan penjelasan secara kuantitatif.

Kegagalan peneliti dalam melakukan konfirmasi data dokumenter banyak disebabkan karena kurangnya objektivitas dan netralitas dalam melakukan pengamatan dan pemaknaan data. Peneliti seyogyanya berhati-hati dalam mengintepretasikan isi narasi dan informasi yang terkandung dalam data dokumenter. Berbeda pada penelitian bidang linguistik, yang banyak mengintepretasikan data visual dan bahasa.

Metode keterbacaan dari narasi data dokumenter akan berbeda di tiap peneliti. Kemampuan peneliti sangat tergantung pada pengetahuan. Kepedulian pada isu-isu tentang komunikasi yang efektif, agar pembaca yakin atas narasi yang diberikan. Kemampuan menangkap pesan di tiap data akan membantu peneliti untuk menemukan atau mengidentifikasi atas narasi dokumenter yang ia miliki. Tambahan cakupan narasi tersebut sangat menentukan hasil analisisnya.

Tampilan grafis akan mengembangkan analisis dari informasi peneliti. Adanya kerja tambahan bagi peneliti untuk mengamati grafik, diagram atau lainnya. Penggunaan grafis tersebut secara efektif akan mengurangi bias pada proses seleksi data. Masalah penelitian akan terbantu dengan analisis data tambahan grafis ini. Tampilan grafis yang menonjol akan ditunjukkan dalam beberapa desain atau pola. Sehingga tampilan grafis dirancang sebagai alat komunikasi yang efektif pada penelitian kualitatif.

Demikian dapat dimaknai bahwa analisis atas penggunaan gambar memandang gambar sebagai data penting. Mendukung paradigma yang dipilih peneliti. Dan narasi gambar akan membentuk realitas temuan empiris penelitian. Hal ini akan membawa konsekuensi diskusi atas penyajian data grafis, dan menyajikan dalam kerangka kerja paradigma tertentu.

Semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/Anita Kristina