Pembalasan

Sejak terprovokasi oleh teman di media sosial untuk nonton The World of Married Couple, saya pun mengikuti serial tersebut.

Bagi saya, episode 1-3 masih biasa-biasa saja. Sudah banyak kisah seperti itu berseliweran. Tak ada yang istimewa dari lelaki berselingkuh. Pertengkaran pun masih dalam skala standar.

Namun semuanya berubah ketika masuk episode 4. Saya merinding melihat pembalasan yang dilakukan sang istri. Ia melakukannya dengan perhitungan. Sangat berani, meski tak bisa dibenarkan sama sekali. Semua terjadi akibat parahnya luka hati.

Perempuan, hatinya bisa seluas samudra. Meski sakit, ia masih bisa memahami dan perlahan mengobati. Dia hanya perlu kejujuran. Tak mengapa pahit, daripada manisnya kebohongan yang mengundang penyakit lain.

Lalu, ketika suami tahu apa yang dilakukan istrinya, ia meledak. Saya ingin tertawa melihat adegan serta kalimat-kalimat di dalamnya. Memang terasa sangat tak adil. Dalam dunia nyata bahkan banyak yang jauh lebih semena-mena.

Revenge is sweet, pembalasan (dendam) itu menyenangkan. Pertanyaannya, apakah harus selalu kita lakukan saat dalam posisi teraniaya?

Karena saya tak ingin menyesal, maka pembalasan yang lebih menyenangkan adalah menyerahkan semuanya pada Allah subhanahu wa ta’ala. Biar Allah yang jadi pembimbing dan pemberi ilham apa yang sebaiknya saya lakukan.

Foto : Kev Seto/Unsplash

rumahmediagrup/fifialfida