Pemuda Berkarya. Why Not?

Pemuda Berkarya. Why Not?

Pemuda erat kaitannya dengan jiwa yang penuh semangat, optimisme, percaya diri, penuh impian dan juga cita-cita. Mungkin ini pula yang mengilhami Presiden kita, bapak Joko Widodo untuk memilih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di kabinet barunya, yang berasal dari kalangan pemuda milenial. Hal ini menunjukkan bahwa sudah saatnya para pemuda untuk unjuk gigi. Bukan hanya unjuk gigi saat nge-vlog atau selfie, tetapi unjuk gigi untuk memajukan negeri tercinta ini.

Harapan dan tujuan yang besar memang sudah saatnya dipikul oleh mereka, jiwa muda penuh energi serta cita-cita tinggi untuk membenahi permasalahan yang mewarnai negeri. Dengan pemikiran baru yang mengikuti era milenial ini, diperlukan sosok yang muncul dari era itu sendiri. Sehingga, sosok tersebut diharapkan bisa menerapkan aturan maupun regulasi serta memberikan solusi yang sesuai untuk setiap permasalahan yang dihadapi di era yang sedang kita arungi bersama ini.

Pemuda selalu menjadi ujung tombak dari setiap bangsa. Bahkan, kemerdekaan negara ini juga tak luput dari peran penting para pemuda. Sebagaimana kita tahu, Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar yang dicetuskan oleh para pemuda itu dianggap kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Jadi, jangan lagi kita menganggap bahwa pemuda itu hanya anak baru. Justru, pemuda itu adalah semangat baru yang terbarukan dalam setiap fase kehidupan berbangsa dan bernegara.

Begitu banyak kisah pemuda sukses, berperan untuk negara. Dalam peradaban Islam, dikenal Muhammad Al Fatih yang menjadi seorang sulthan saat usianya 22 tahun, setelah menjabat 2 tahun dia mampu menaklukkan benteng legendaris Konstantinopel. Umar bin Abdul Azis sukses menjadi gubernur Madinah pada usia 22 tahun. Usamah bin Zaid menjadi panglima perang mengahadapi Romawi saat usianya 18 tahun. Bagi negara Indonesia sendiri, dikenal Soegondo Djojopoespito dan Moehammad Yamin, sosok pemuda yang sukses berperan dalam Kongres Pemuda Indonesia Kedua yang telah melahirkan cikal bakal pergerakan kemerdekaan Indonesia yaitu Sumpah Pemuda.

Kesuksesan-kesuksesan itu telah menjadi bukti nyata bahwa pemuda itu harus berkarya. Membangun negara tercinta dengan semangat, optimisme, percaya diri dan pemikiran fresh mengikuti eranya. Tak terkecuali para pemuda milenial saat ini. Begitu banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh mereka. Maka, sudah saatnya bagi mereka para pemuda milenial untuk diberi kepercayaan dalam berperan memajukan Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Pemuda berkarya membangun bangsa. Semoga Indonesia menjadi semakin jaya. Salam pemuda.

Referensi: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda

Sumber gambar: https://www.google.com/url?sa=i&source=web&cd=&ved=&url=https%3A%2F%2Fwww.suara.com%2Fnews%2F2019%2F10%2F23%2F190210%2Fhari-pertama-jadi-mendikbud-diikuti-ajudan-nadiem-makarim-bapak-siapa&psig=AOvVaw2raQMGqMyupOkpdAa0UYVD&ust=1575040784681236

rumahmediagrup/decirizkahayulubis