Penanganan Tepat untuk Luka Bakar

Penanganan Tepat untuk Luka Bakar

Seorang pasien dibawa tergopoh masuk ke dalam ruang pemeriksaan dokter. Wanita lanjut usia, wajahnya meringis kesakitan. Kulit lengan bawah kanannya tampak kemerahan, dilapisi tipis sesuatu yang berwarna keputihan.
“Ini ibu saya lagi masak di dapur trus ga tau linglung apa gimana tau-tau kesiram minyak Dok”, ujar wanita paruh baya yang ikut mengantarkan pasien.
“Itu diolesi apa tangannya Bu?” tanyaku penasaran.
“Tadi sama saya langsung diolesi odol”, jawabnya.
“Ohhh….”

Di lain waktu masuk seorang ibu, dengan wajah panik menggendong anak balitanya yang tak berhenti menangis.
“Kenapa ini anaknya Bu?” tanyaku.
“Aduh Dok, saya teledor tadi naruh panci berisi air panas di dapur, di lantai naruhnya Dok. Ketendang anak saya, dia lagi lari-lari, kesiram air panas kakinya Dok…”, jawab sang ibu dengan nada panik dan ekpresi sedih bercampur rasa bersalah.
Segera kuperiksa bagian kaki yang terkena air panas seperti yang diceritakan oleh ibunya pasien tersebut. Tampak gambaran luka bakar di kulit tungkai bawah kirinya, tapi kurang jelas. Warna kemerahan pada kulit yang terpapar trauma panas itu terlapisi oleh sesuatu yang berwarna gelap, kehitaman.
“Itu dipakein apa Bu kok hitam-hitam begitu?” tanyaku lagi setengah menyelidik.
“Pake kecap Dok, kebetulan yang ada aja di dapur”, jawab ibunya.
Aku menggelengkan kepala, dalam hati ingin aku timpali, “tambah mentega sama bumbu kacang jadi sate deh Bu.” Tapi kusimpan dalam hati saja kata-kata yang bila terucap jadi terdengar sangat tidak bersimpati itu.

Bukan sekali-dua kali aku mendapati kasus serupa seperti yang terjadi di atas, melainkan seringkali. Sangat sering. Membuatku menyadari betapa kurangnya pengetahuan mengenai pertolongan pertama di masyarakat. Padahal kecelakaan bisa terjadi di mana saja, tak terkecuali di rumah. Karena itu, seharusnya setiap orang memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar untuk dapat melakukan pertolongan pertama pada kejadian kecelakaan di rumah.

Jadi, apa yang salah dengan kedua kasus yang aku ceritakan di atas? Untuk menjawabnya, aku akan bercerita sedikit tentang luka bakar dan langkah-langkah pertolongan pertamanya.

Luka bakar adalah semua luka yang ditimbulkan oleh panas yang berasal dari api, benda panas, cairan panas, bahan kimia, radiasi, maupun gesekan. Bagaimana langkah pertama saat menemukan seseorang ataupun kita sendiri yang terkena luka bakar?

– Pertama, jauhkan korban dari sumber panas.
– Lalu, segera guyur bagian yang terkena sumber panas dengan air mengalir selama 5-10 menit atau hingga nyeri berkurang.
– Selanjutnya tutup luka bakar dengan kain atau kassa bersih, jangan gunakan kapas ataupun tisu karena akan menempel di bagian yang mengalami luka bakar.
– Lalu bawa ke fasilitas kesehatan jika luka bakar cukup luas, atau mengalami luka bakar derajat 2-3 di mana sampai muncul gelembung atau bahkan luka bakar sudah sampai tampak kehitaman.
– Jika luka bakar ringan, kulit hanya tampak kemerahan, bisa gunakan salep khusus luka bakar yang dibeli di apotek. Oles tipis-tipis saja sesuai petunjuk pemakaian.
– Dilarang mengoleskan cairan atau bahan lain seperti : pasta gigi, mentega, kecap, putih telur, minyak rem, dan lain-lain. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya infeksi lebih lanjut pada luka bakar, dan memperlambat penyembuhan.

Dalam setiap kasus kecelakaan, tindakan pertolongan pertama sangat menentukan hasil akhir dari cedera yang terjadi. Jika penanganannya tepat maka akan mencegah serta meminimalisir bertambah buruknya cedera. Namun sebaliknya jika penanganan tidak tepat, hal ini bisa menyebabkan cedera bertambah berat sehingga memperlambat proses penyembuhan ke depannya.

Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Dan menjadi tugas kami, petugas kesehatan, untuk memberikan edukasi secara terus-menerus dan menyeluruh di seluruh lapisan masyarakat, agar siapa saja bisa dan berkompeten untuk menolong korban yang mengalami kecelakaan.

Ditulis ulang dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157798413082847&id=748347846

rumahmediagrup/arsdiani

One comment

Comments are closed.