Mencoba di Ruqiyah? Kenapa Harus Takut.

Mendengar kata ruqiyah saja sudah takut? Hmm.. kamu perlu diruqiyah tuh😇. Hehehe tenang kawan. Ini hanya celotehan sederhana saja yang ingin sedikit saya jelaskan.

Sebenarnya tidak terlalu mendalam kita harus mengenal hal ini. Tetapi, diluar itu, kitapun sebaiknya menjaga diri dari hal-hal diluar nalar kita ya.

Tak perlu ada sesuatu yang kita takutkan. Selalu ada Allah Swt diatas segala kepentingan. Jalani hidup semestinya dan seharusnya.

Apakah ada yang salah, jika kita dengan tiba-tiba terkejut. Bahkan hampir seperti orang tak waras berteriak dan berlari menjauh, ketika hanya sekedar melihat semisal kecoa lewat di depan mata.

Pasti pernah kita mengalami hal sama seperti itu, bukan? Jangan khawatir, itu adalah sebuah rambu yang istilahnya refleks terjadi pada diri kita.

Namun, kita harus selalu mencoba untuk tetap tenang. Supaya kekhawatiran tidak muncul seperti ketakutan yang berlebih.

Eh, ruqiyah itu apa sih? Ada yang bisa bantu jawab nggak?. Japri ya. Hehehe..

Pengalaman pertamaku saat mengenal ruqiyah, sungguh memberikan tenang. Itu dilakukan ketika ada sedikit gangguan yang pada awalnya percaya tidak percaya, mungkin bisa jadi karena kesalahan-kesalahan kita sendiri yang tak kita sadari.

Awal sakit yang tidak terdeteksi di medis tentang sakit apa. Dan memang tidak dinyatakan sakit. Meski, pada akhirnya kita kembalikan semua pada Yang Maha Kuasa.

Percaya tidak percaya, masih banyak dijaman sekarang, yang masih berniat jahat menggunakan jasa “orang pintar”.

Wallohu’alam, saya singkirkan saja semua perasaan yang tidak baik tentang hal itu. Meskipun saat itu saya menuruti untuk coba diruqiyah, oleh saudara yang masih satu keluarga.

Alhamdulillah, dengan dibacakannya do’a-do’a serta ayat-ayat suci Alqur’an, hati kembali nyaman. Dan entah darimana perasaan plong dan tenang langsung didapatkan. MasyaAllah, dengan pertolongan Allah Swt semua kembali normal.

Tidak ada rasa ketakutan berlebih dan aktif kembali menjalankan aktifitas seperti biasa. Jangan aneh, jika kita memang sudah seharusnya kembali mengambil langkah untuk bertaubat dan dengan keras berazam, untuk mendekat kepada Al Qur’an. Pertolongan Allah begitu dekat. Yakinlah.

Selain pengalaman yang dapat dengan tiba-tiba hidayah itu kita rengkuh, maka jangan sekali-kali melalaikannya. Teruslah mendekat kejalan yang diridai-Nya. Aamiin yaa Rabbal’alamin.

Perjalanan hidup tak selamanya berjalan mulus seperti di negeri dongeng. Tetap lewati dengan penuh kesungguhan berniat ibadah. Semua tidak ada yang sempurna, selama kita selalu berusaha untuk mengharap bahagia dunia akhirat.

Proses ruqiyah selanjutnya yang bisa kita coba lakukan untuk memasrahkan dengan ikhlas, cukup jalankan hidup yang kita jalani, dalam rangka selalu menuju rida-Nya.

Tahapan ruqiyah yang normal terjadi biasanya :

  1. Pilih tempat jasa ruqiyah, biasanya di tempat bekam (pengobatan cara nabi). Disana kita akan mulai ditanya sedikit keluhan, dan tahap ruqiyah ini paling awal. Cukup dilakukan sekali ketika akan rutin melakukan proses bekam pertama dan selanjutnya hanya bekam saja, rutin lebih bagus.
  2. Duduk dengan posisi tenang dan berpasrah hanya mengingat Sang Khalik diatas segalanya.
  3. Jangan panik, usahakan tetap ikhlas pasrah dan tersenyum agar proses ruqiyah berjalan sempurna.
  4. Biasanya yang meruqiyah sama jenis kelamin dengan yang akan diruqiyah. Laki-laki dilakukan oleh laki-laki. Begitupun perempuan atau wanita, akan dilakukan ruqiyah oleh perempuan atau wanita juga ya.
  5. Keadaan berpasrah yang saya rasakan saat proses ruqiyah saat itu, benar-benar berlangsung berjalan sempurna. Mungkin dari awal membiasakan tenang dan jangan membuat ribet yang meruqiyah.
  6. Dengan menekan urat nadi dileher, lalu peruqiyah mulai melantunkan do’a dan ayat-ayat khusus yang ada dalam Al Qur’an.
  7. Yang saya rasakan, langsung pasrah apapun kehendak-Nya. Tidak terasa sambil terhanyut lantunan bacaan do’a, air mata mulai melipir ke pinggiran pipi.
  8. Bayangan kematian terasa saat itu. Seolah perasaan ini betul-betul mengharapkan ampunan-Nya.
  9. Selesai proses itu, saya merasakan lega. Sambil menyeka air mata dengan tissue yang disodorkan.
  10. Alhamdulillah, prosespun selesai dengan lancar.

Peruqiyah tersenyum dan menjelaskan apa yang menjadi kesimpulan dari sikap yang tampak saat itu.

Kami sama-sama tersenyum. Sayapun berusaha selalu optimis meniti jalan yang tak ada kata mulus ini.

Melakukan ruqiyah secara lillah justru memberikan ketenangan tersendiri. Karena jika dilakukan dengan benar, maka hikmah yang kita dapat, akan meningkatkan kualitas keimanan seseorang. Semoga!

Tetap bersyukur ya, dan selalu sehat wal afiat. Berharap segala sesuatu yang ditetapkan-Nya sampai pada semua do’a- do’a yang sentiasa kita ucapkan dalam lisan setiap saat.
Aammiin yaa robbal’alamin. 🤲

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati

Foto : dokumentasi pribadi