Pentingnya Zat Gizi untuk Pertumbuhan Anak

Pentingnya Zat Gizi untuk Pertumbuhan Anak

Anak berada dalam fase bertumbuh dan berkembang yang pesat, di usianya pula mereka memerlukan energi dan asupan gizi yang cukup untuk mendukung proses bermain dan belajarnya.

Zat gizi apa saja yang diperlukan anak agar tumbuh-kembangnya optimal ?
Dari mana mendapatkannya ?
Ini dia jawabannya ya ….

Agar tumbuh kembangnya optimal, anak membutuhkan asupan gizi yang beragam. Dalam keseharian, pastikan anak mendapatkan 9 zat gizi ini :

1. Protein.
Protein berfungsi membentuk sel, melawan infeksi, dan mengubah makanan menjadi energi. Protein dapat berupa hewani atau nabati.

Makanan yang tinggi protein yaitu daging, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan, buncis, dan produk susu.

2. Karbohidrat.
Zat ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk membangun lemak dan protein yang nantinya akan memperbaiki jaringan. Bentuk karbohidrat berbeda-beda, ada gula, pati, dan serat.

Anak harus banyak mengonsumsi karbohidrat berupa pati dan serat lalu sebaiknya menghindari karbohidrat yang berkadar gula tinggi.

Sumber karbohidrat tidak cuma nasi ya. Karbohidrat bisa didapat dari kentang, umbi-umbian, dan jagung. Kalau si kecil ingin makanan western juga bisa kok mengonsumsi sereal, roti, dan pasta.

3. Lemak.
Sebagian orang mungkin menganggap lemak perlu dihindari karena akan menyebabkan kegemukan. Tapi, lemak tetap diperlukan oleh tubuh. Apalagi untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Lemak berguna sebagai sumber energi yang disimpan oleh tubuh. Tidak hanya itu, lemak juga diperlukan untuk melarutkan beberapa vitamin yang tidak larut dalam air.

Lemak dapat diperoleh dari produk susu, minyak goreng, daging, ikan, dan kacang-kacangan.

4. Kalsium.
Zat yang satu ini gunanya untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat.

Selain itu, kalsium juga punya fungsi lain, seperti pembekuan darah ketika terjadi luka dan untuk kesehatan fungsi saraf, otot, dan jantung.

Kalsium tidak cuma bisa didapat dari produk susu seperti yogurt, es krim, dan keju. Kuning telur, ikan, kacang-kacangan, tahu, dan sayuran seperti brokoli dan bayam juga mengandung kalsium lho.

5. Zat Besi
Kekurangan zat besi dapat membuat tubuh lemas karena zat besi berfungsi untuk membentuk sel darah dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Asupan zat besi anak dapat dipenuhi dengan memberinya daging, hati, gandum utuh, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan sereal yang mengandung zat besi.

6. Folat.
Asam folat tidak cuma dibutuhkan ibu hamil tapi juga anak-anak. Kekurangan folat dapat menyebabkan anemia.

Asam folat berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh anak. Makanan yang mengandung folat adalah sereal gandum utuh, kacang-kacangan, buncis, asparagus, kacang hitam, kacang merah, dan kubis.

7. Serat.
Kalau anak mengalami sembelit, mungkin dia kurang serat, karena serat berfungsi melancarkan pencernaan. Serat juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.

Serat banyak terdapat pada sayur, buah, gandum utuh, buncis, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

8. Vitamin A.
Vitamin A berguna untuk kesehatan mata. Vitamin A juga punya fungsi lain seperti membantu pertumbuhan, menjaga kesehatan kulit, dan mencegah infeksi.

Vitamin A dapat ditemui di makanan seperti wortel, ubi jalar, labu, aprikot, bayam, brokoli, minyak ikan, kubis, dan kuning telur.

9. Vitamin C.
Vitamin C dapat mencegah flu, memperkuat pembuluh darah, membantu proses penyembuhan luka, juga membentuk tulang dan gigi yang kuat.

Vitamin C bisa diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk, stroberi, melon, kubis, pepaya, dan mangga.

rumahmediagrup/arsdiani

4 comments

Comments are closed.