Perhatikan 7 Poin Ini agar Menjadi Penulis Profesional

Perhatikan 7 Poin Ini agar Menjadi Penulis Profesional

Banyak orang yang hobi menulis ingin menjadi penulis profesional. Tapi sedikit yang mewujudkan mimpinya tersebut dikarenakan beberapa faktor penghambat. Sebenarnya, untuk menjadi penulis profesional tidaklah sulit. Hanya saja, sebagian atau mungkin kebanyakan orang sudah menganggap hal yang sulit, karena harus mempelajari banyak teknik menulis, tahapan menulis, punya ide menulis, dan menulis menulis lainnya. Padahal, hal pertama yang harus dilakukan agar menjadi penulis profesional adalah; menulis. Mudah kan?

Penulis profesional adalah penulis yang produktif menulis; baik itu di buku, website, dan lain-lain. Tapi, mereka selalu belajar ilmu-ilmu baru terkait kepenulisan. Artinya tidak hanya menulis saja. Tapi didukung oleh ilmu yang senantiasa bertambah setiap waktu. Baik itu ilmu tentang menulis maupun ilmu tentang isi tulisannya. Nah, kali ini saya akan membahas 7 poin saja yang harus diperhatikan agar menjadi penulis profesional, yaitu;

1. Perhatikan huruf besar kecil. Pada awal kalimat, huruf pertama dari kata pertama harus ditulis besar. Contoh: Suatu ketika, aku tidak tahu mulai dari mana. S dari kata “suatu” harus ditulis besar karena berada di kata pertama dan awal kalimat. Dalam percakapan, setelah tanda petik, kata pertama harus huruf besar. Dalam penyebutan gelar atau pun nama seseorang, kebanyakan penulis sering terbolak-balik. Pelajari penempatan huruf besar dan kecil dalam PUEBI.

2. Perhatikan tanda baca: titik (.), koma (,), seru (!), dan tanya (?). Hal kecil yang disepelekan, namun sering menjadi kesalahan umum dan bisa berakibat fatal. Untuk menjadi penulis profesional, haruslah teliti dan jeli dalam menempatkan tanda baca.

Contoh:

Aku pergi . (Titik harusnya menempel pada kata terakhir)

Jangan makan? (Ini harusnya kalimat seruan atau perintah. Harusnya memakai tanda seru bukan tanda tanya)

Aku pergi , tapi kamu jangan ikut! (salah, koma harusnya menempel pada kata sebelumnya)

Aku pergi ,tapi kamu jangan ikut ! (salah, koma harusnya terpisah dengan kata selanjutnya, tanda seru pun harusnya menempel pada kata sebelumnya)

Aku pergi,tapi kamu jangan ikut . (salah, koma harusnya terpisah dengan kata selanjutnya dan titik menempel pada kata sebelumnya)

Aku pergi, tapi kamu jangan ikut! (benar)

3. Perhatikan kata depan: di, ke, dari. Kebanyakan penulis sering tertukar tentang penulisan kata depan; di, ke, dari. Yang harusnya dipisah, malah digabung. Yang harusnya digabung malah dipisah. Lalu bagaimana membedakannya? Cek tulisan saya sebelumnya tentang kata depan di dan ke, dari.

4. Perhatikan kata ganti: ku, kau, nya. Kata ganti “ku, kau, nya” pun sering sekali luput dari perhatian. Kata “ku” itu singkatan dari aku. “Kau” singkatan dari engkau. “Nya” menandakan kepemilikan terhadap suatu objek.

5. Perhatikan Spasi. Bagaimana jika Anda membaca tulisan tanpa spasi? Atau membaca tulisan dengan banyak spasi yang tidak perlu? Perhatikanlah spasi tulisan agar tulisan itu enak dibaca. Hal yang sangat mudah, kan? Tapi sering sekali saya menemui tulisan yang sering menempel antara kata satu dengan kata lainnya.

6. Perhatikan typo. Typo sepertinya hal yang lumrah dari seorang penulis. Tapi jika dalam sebuah tulisan terlalu banyak typo, tentunya pembaca akan merasa tidak nyaman membaca tulisan Anda. Jadi, perhatikan typo ya!

Contoh kata yang typo:

dgn, yg, prgi, mungkn, surge, saying, bias.

harusnya: dengan, yang, pergi, mungkin, surga, sayang, bisa.

7. Perhatikan self editing. Jika ingin menjadi penulis profesional, biasakan self editing sebelum tulisan dikirim ke; penerbit, website, media sosial. Self editing bertujuan membuat tulisan Anda mendekati sempurna dan juga melatih kemampuan menulis yang cepat dan tepat. Semakin sering self editing, tulisan Anda semakin baik. Jadi meski ada editor, mengedit sendiri pun dianjurkan, setelah tulisan selesai ditulis.

Itu saja 7 poin yang harus diperhatikan. Mudah-mudahan di lain kesempatan bisa menambah poin lagi agar bisa menambah ilmu pula. Semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/alfafa

5 comments

Comments are closed.