Perjalanan Misterius

Perjalanan Misterius

Sejak berangkat dari rumah perasaan sudah sedikit nggak enak, tetapi melihat anak saya sangat bersemangat dengan perjalanan naik kereta menuju ke Semarang, perasaan nggak enak itu saya singkirkan jauh-jauh dari otak. Sambil packing-packing saya berusaha berfikir positif. Tentu saja….tanggal merah di akhir pekan adalah kesempatan emas untuk travelling sekedar bersilaturahmi ke rumah saudara dan tentu saja nyobain menu makanan yang seru-seru..hehe..

Akhirnya hari berganti dan di kereta api Blora Jaya Express inilah kami duduk sambil menunggu kereta api menuju Semarang berangkat. Ada sedikit tanya dalam hati…waktu kita pesen tiket jelas terlihat antrian yang mengular.. secara, memang long weekend..tapi mengapa saat kereta api berangkat terlihat banyak sekali bangku kosong. Saya melirik jam di monitor gadget..jam 04:50..sedetik kemudian terdengar suara peluit panjang tanda kereta akan segera jalan. “tiiiing” alarm tanda penutup pintu otomatis sudah berbunyi. Saya sempat berdo’a dalam hati.

Suami dan anak lelaki saya duduk tepat di bangku belakang saya. Mereka terlihat asyik ngobrol. Sementara di sebelah kiri duduk seorang wanita muda berambut panjang mengenakan celana jeans dan t-shirt lengan panjang berwarna biru tosca. Gadis itu tersenyum manis dan segera menutup mulutnya dengan masker berwarna merah. Ia segera tertidur lelap.

Karena diluar masih gelap tidak banyak yang bisa dilihat. Saya masih mengamati gerbong yang kami tempati. Ada sepasang suami istri sudah tua di depan sebelah kanan. Seluruhnya kira-kira ada 15 penumpang dari 40 kursi yang terdapat di gerbong tersebut.

Lima belas menit saya habiskan waktu berselancar di dunia maya. Belum banyak yang membuat status untuk di baca-baca.. Maklum masih sangat pagi, mungkin sebagian besar teman-teman di dumay masih terlelap. Saya menoleh ke bangku belakang..upz…anak dan suami saya sudah merem nikmat.. saya segera mematikan data lalu memasang headset dan memejamkan mata sambil menikmati alunan wiz khalifa yang merupakan ost nya film Fast n furious..hmm…asikk…

Beberapa waktu berlalu bersama mimpi dan akhirnya terbukalah kedua mata ini. Wanita di sebelah saya sudah tidak ada..sementara di luar suasana masih gelap. Hanya itu yang saya perhatikan setelah tertidur tadi. Beberapa menit kemudian terasa laju kereta kami semakin lambat dan akhirnya berhenti. Tedengar suara dari loud speaker….Perhentian terakhir kereta Blora jaya exspress jalur satu dari stasiun Cepu ..mohon diperiksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan kereta…. Perhentian terakhir berarti udah sampai dong….. Saya segera bangkit dan membangunkan anak dan suami yang tertidur pulas. Dengan cepat kami segera turun lalu beberapa menit kemudian kereta yang kami tumpangi tadi meninggalkan stasiun dengan aroma aneh..haaa..stasiun apa ini?

Entah mengapa kami bertiga seperti orang linglung.. clingak-clinguk seperti orang hilang… Suasana stasiun yang cukup besar dan bagus itu terlihat mulai sepi. Semua penumpang yang turun bersama kami tadi cepat sekali menghilang. Huft..sekali lagi saya mengingat-ingat stasiun Poncol di Semarang biasanya sangat ramai dan ahh..baru sadar ternyata bentuk bangunannya tidak sama, atau mungkin sudah di renovasi?

“Stasiun candi lawu” seorang security menjawab pertanyaan saya dan segera berlalu tanpa senyum.

Apakah nama stasiun di Semarang sudah di ganti? Hmm… baru enam bulan yang lalu saya ke Semarang dengan kereta api tetapi sekarang sudah banyak perubahan.

Ada debar-debar aneh namun tidak ingin terlihat panik saya mendekati suami yang terlihat sibuk dengan handphone..entah apa yg dilakukan, namun dari wajahnya ia terlihat bingung.

“Mah..kita cari musholla dulu ya..” Lho..bukannya tadi sebelum berangkat sudah sholat subuh?  tapi nggak ada salahnya diturutin sajalah..sambil menenangkan diri dan mencari informasi.

“Ibuu…ayo naik taxi ke rumah mbah kung..” haduuh…ini anak malah minta naik taxi. Dimana kita berada saja masih nggak jelas….

Saya baru ingat mengapa nggak menelpon seseorang?.. tangan saya meraih handphone dari dalam tas. Ya Tuhan…nggak ada sinyal sama sekali…uuhhh…gimana iniii….

Di lorong paling ujung ada sebuah musholla kecil..yess ada seorang bapak mengenakan seragam perusahaan kereta api dan memakai kopiah. Belum masuk ke musholla bapak itu memandang kami dengan tatapan tajam.

“Baru datang pak..” ia menyalami suami dan anak saya sementara giliran saya ia hanya mengangkat tangannya di dada dan mengangguk.

“Iya pak, tetapi sepertinya kami kesasar atau salah turun..jam berapa ada kereta ke semarang?”

“Wah.. Kalau mau ke Semarang harus ke Kradenan dulu, ini satu-satunya kereta yang ke Kradenan. Besok pagi baru ada lagi pak. Lebih baik bapak melanjutkan perjalanan naik bus saja, kalau mau, saya antar.. kebetulan saya baru saja lepas tugas dan mau pulang” .. Oalah…ternyata kami beneran nyasar…. nama stasiun Candi Lawu saja baru sekali ini saya mendengarnya..dan setahu saya jadwal kereta Blora jaya express yang ke semarang itu 4 kali sehari..lalu tadi itu kereta apa yang kami naiki?  Duh makin pusing saja saya.
Daripada nunggu kereta sehari, itu juga cuma sampai Kradenan.. akhirnya kami sepakat naik bus dari terminal.

“Blora jaya yang bapak dan keluarga tumpangi tadi memang kereta khusus yang ke Kradenan melewati Stasiun Candi Lawu. Stasiun ini letaknya di kota Purwodadi.” Bapak yang baik hati itu mengantarkan kami ke terminal bus dengan mobilnya. Oooo…pantes nggak pernah dengar.

Dari terminal kecil kami naik bus kecil juga..katanya ini memang satu-satunya bus ke Semarang..yaah..nggak masalah yang penting nyampe ke rumah mertua.

Bus sempit itu melaju kencang karna kondisi jalan raya masih sepi. Penumpang di bus itu seolah secara bersamaan memandangi kami yang mungkin agak berbeda dengan mereka.Yang tampak sebagian besar penumpang baik laki-laki maupun perempuan membawa peralatan berkebun dan bersepatu boot karet. Eitts…jam berapa ini? Mata saya menyadari ada sinar kemerah-merahan dari ufuk timur. Niat mau melihat jam tidak jadi karena anak saya minta minum. Di sebelahnya suami saya terlihat sangat mengantuk. Entah mengapa setelah itu saya juga merasa ingin tidur.

“Semarang..Semarang terakhir!!!….” kondektur bus berteriak lantang membangunkan kami dari tidur. Ternyata bus sudah kosong. Bus kecil tidak masuk terminal hanya berhenti di tepi jalan raya lalu kami segera turun. Tak berapa lama setelah kami turun dari bus ada taxi lewat…horeee…

“Dari mana pak kok pagi-pagi sudah sampai terminal Penggaron, padahal bis yang paling pagi biasanya baru datang setengah jam lagi..”
OMG…ternyata ini baru jam 05:15 lho…bukannya tadi di terminal Candi Lawu juga jam 05:15..sial..mungkin jam saya yang error.

” Biasanya bus dari Purwodadi yang paling pagi datangnya jàm 05:45…kok baru jam 05:15 sudah sampai..tadi naik bus apa ya pak?”

“Wah..saya nggak lihat nama busnya pak..tadi masih gelap..tapi busnya kecil dan penumpangnya seperti pekerja perkebunan..soalnya mereka membawa peralatan untuk menoreh karet dan sepatu boot..” Sekilas saya melihat sopir taxi melirik suami saya dan tersenyum.

“Alhamdulillah sudah sampai dengan selamat ya pak” sopir taxi tidak banyak berbicara setelah itu.

“Trus..trus…sebenarnya apa yang terjadi dengan kami ini pakde?” Pagi itu kedatangan kami disambut hangat oleh keluarga. Pakde Kardi pensiunan guru agama yang tinggal tak jauh dari rumah bapak mertua menyempatkan diri menemui kami di ruang tamu.

“Kalian itu telah memasuki dunia gaib…mulai dari kereta ..stasiun Candi Lawu..terminal..bus dan orang-orang di dalamnya itu adalah bangsa gaib..” Iihh….sumpe lo..merinding saya mendengar cerita pakde yang memang mengerti hal-hal gaib. Hmm…rasanya memang nggak masuk akal perjalanan yang biasanya 3 jam hanya di tempuh selama 20 menit.

“Candi Lawu itu daerah yang berada di tengah hutan di daerah perbatasan Blora dan Purwodadi. Jaman dulu tempat itu adalah sebuah kerajaan kecil tetapi karena rajanya melakukan kesalahan yaitu menikah dengan wanita dari bangsa lelembut akhirnya kerajaan itu punah..ada yg mengatakan keturunan manusia di kerajaan tersebut ikut punah berganti dengan keturunan para lelembut yang awalnya dari raja”

“Untunglah kalian masih selamat..banyak cerita yg tersebar tentang orang-orang yang kalap atau menghilang secara misterius di daerah sekitar Blora -Purwodadi, tapi mungkin karena niat kalian baik tujuannya bersulaturahmi, alhamdulillah tidak terjadi apa-apa..” Walah…pakde bikin saya makin lemes aja nih.

“Ibu..ibu..emang bener kita naik kereta hantu?..trus kita ketemu sama hantu..trus…trus…ibuuuuuu……..” saya merebahkan tubuh penat dan membiarkan anak saya dengan pertanyaan yang nggak mau saya jawab..salah sendiri nguping obrolan orang tua haha………..*end

#happyweekend
#fiksifiksi
#janganpercaya

rumahmediagrup/alinawidya29