Perjuangan Keluarga Pesantren

Oleh : Hamni Azmi

Beberapa waktu yang lalu Kaka Dhia dapat izin pulang untuk melaksanakan tugas sekolah mengumpulkan dana ta’mir Ramadhan di sekolahnya. Setelah melaksanakan tugas selama 3 hari ia kembali bersama teman-temannya dari konsulat yang sama dengan menggunakan travel.

Kami memang berusaha membiasakan mereka untuk mandiri, tidak mesti setiap mereka pulang atau pergi akan kami jemput. Kadang mereka kami pesankan travel langganan untuk mengantar atau menjemput mereka. Karena kunjungan kami ke anak-anak sudah terjadwal. Kecuali ada keadaan tertentu yang diluar batas perkiraan.

Jadilah hari itu Kaka Dhia pulang bersama teman-temannya satu travel. Dan ternyata entah siapa yang punya ide untuk mampir dulu di sebuah Mall. Mungkin memang ada keperluan yang mendesak. Kami tidak tahu dengan kejadian itu, hingga pertemuan saya dengan Kaka liburan smester tadi.

Kaka Dhia cerita kejadian waktu itu, namun yang membuat saya terharu adalah Kaka Dhia tidak ikut masuk ke mall, ia memilih menunggu di mobil saja. Selama berjam-jam tanpa hp karena memang tidak bisa bawa hp ke sana. Hanya menunggu saja.

Saat saya tanya kenapa Kaka ga ikut dengan yang lain.
“Kaka ga bilang sama Ibu dan Bapak.”
Jawabnya ringan.

Saya ga kuat menahan gejolak di dalam dada. Syukur Alhamdulillah, Allah titipkan anak-anak yang berbakti. Yang berusaha untuk menjaga kepercayaan orang tua. Dan yang pasti yang selalu Allah jaga.

Kami selalu menekankan keterbukaan, kejujuran,, kenyamanan. Kadang saya dan suami juga akan tegas menyampaikan apabila memang kurang pas. Namun juga membebaskan apa pun yang masih bisa ditoleransi.

Dan Allahlah yang memudahkan perjuangan mengantarkan mereka menjadi sholih sholihah.

Ibu dan Bapak tidak akan selamanya bisa menemani Kaka, Mas dan Ade. Karena pasti kita akan dipisahkan oleh jarak, waktu dan kematian yang pasti akan kita temui.

Ada saat harus dituntut untuk menentukan, memutuskan bagaimana harus bertindak, berbuat dengan pemikiran yang ada pada diri Kaka dan Mas. Dan Allah maha mengetahui apa pun yang terbersit di dalam hati.

Bagi kami terus terangnya Kaka, dan keputusan untuk mengambil sikap tidak ikut jalan dengan teman-temannya itu adalah sikap yang sangat membanggakan. Di usianya yang masih sangat belia.
Allah yubaarik fiik Nak.

Teruslah menjadi cahaya sebagaimana namamu yang kami sematkan untuk disebut setiap waktu.

Doa Ibu dan Bapak tak pernah putus agar Kaka diselamatkan di dunia dan di akhirat.

Semoga Allah selalu menjagamu Nak,

Ibu sayang Kaka.

Semoga Allah selalu menguatkan semua orangtua yang anak-anaknya sedang berjuang untuk mereguk lautan ilmu di tempat yang jauh.

Dan Allah jaga anak-anak kita.

Amin ya rabbal alamin

Sebamban Bumi bersujud, 14 Januari 2020

Jangan Baper lagi ya.. 😊

#Perjuangankeluargapeantren

Rumahmediagrup / Hamni Azmi

Sumber foto : Koleksi pribadi