Perjuangan Nekat, Berbuah Hadiah

Perjuangan Nekat, Berbuah Hadiah

Oleh: Ribka ImaRi

Tak akan bisa kulukiskan rasa syukurku selain mengucap berulang-ulang masyaAllah alhamdulillah ke hadirat Allah Swt. Ada begitu banyak keberkahan yang Allah berikan selama satu tahun bergabung di Penerbit Rumedia.

Berawal di bulan Desember 2018, aku melihat postingan Mbak Emmy Herlina selaku PJ Antologi Episode Menertawakan Drama. Padahal sepertinya, sebelumnya Mbak Emmy pernah woro-woro mengajak menulis. Namun saat itu, aku belum tergerak. Lebih tepatnya belum percaya diri, meskipun Mbak Emmy selalu meyakinkan aku sudah terbiasa menulis panjang di FB. Karena kami sudah kenal sejak akhir tahun 2016 di pelatihan online Mindfulness Parenting dengan mentor yang sama, Bapak Supri Yatno.

Dari situlah aku nekat memberanikan diri untuk ikut menulis sebagai kontributor event Nubar Area Sumatera untuk pertama kalinya. Karena merasa kenal dengan Mbak Emmy selaku PJ. Meski aku belum paham apa itu Nubar, berusaha tahu diri, aku belum tahu apa-apa, mengetik di media seadanya yang suamiku fasilitasi, ada banyak kendala gadget, bolak balik gagal kirim email. Aku merasa sepertinya naskahku garing untuk ditertawakan. Belum lagi berpikir, akan membebani suamiku dalam urusan pembiayaan membeli tiga buku. Tapi aku bertekad, “Bismillah, jalani saja prosesnya.” Alhamdulillah … lega ketika Mbak Emmy yang ternyata juga Manager Area Sumatera menilai naskahku sudah rapih untuk ukuran penulis pemula.

Namun, krisan dari Mbak Emmy tak membuatku lengah justru jadi penyemangatku untuk terus belajar. Demi mengasah keterampilan menulisku. Kemudian aku yang masih sangat pemula, lagi-lagi aku nekad memberanikan diri ikut Challenge 35 Hari Menulis Bersama Nubar Area Sumatera yang diadakan Mbak Emmy. Alhamdulillah aku masuk nominasi urutan ke-5 kalau tidak salah dan mendapat hadiah dari beliau.

Benar-benar tak menyangka. Momen ini yang membuat aku bisa terus semangat lanjut ikut event berikutnya, sebab ada naskahku di challenge tersebut yang bisa aku kirim ke even Nubar Sumatera selanjutnya, yakni Suspense Episode. Mbak Emmy itu, MA yang baik banget menurutku. Beliau sabar menunggu naskahku yang sering alasan kendala gadget. Demi Allah…rasanya mau menyerah saja. Namun beliau tetap support dan memberitahu apa yang menjadi kekurangan tulisanku, untuk selanjutnya aku revisi. Terimakasih banyak Mbak Emmy😘😘

Bersamaan dengan itu, mbak Melani Pimpom Pryta Dewi menghubungiku untuk ikut event The Jungkir Balik Moment (TJBM) membuatku merasa candu untuk terus ikut event di Nubar Sumatera. Tidak mendapat kritik di antologi pertama, bukan berarti bisa mulus, tak ada kritik pada buku Antologi berikutnya. Sebenarnya ada sedikit rasa baper, tapi buru-buru aku lepaskan demi perjuanganku selanjutnya. Lagipula memang aku ini keras kepala untuk tetap menulis lagi dan lagi di event selanjutnya, yaitu Cerita si Gadis.

Tak berhenti sampai di situ, di pertengahan tahun, tepatnya awal Juli 2019, lagi-lagi aku hanya bermodalkan nekat mengikuti Challenge RNB- Rumendia Nubar Bla (Berkreasi Lewat Aksara) yang berlangsug selama empat bulan lamanya. Luar biasa memompa semangatku. Jika diceritakan akan panjaaaang cerita perjuangannya tetapi ada banyak pembelajaran untukku dan semua kontributor. Lagi-lagi, aku tak menyangka, pernah masuk nominasi tulisan terbaik di awal keikutsertaanku di challenge ini. Namun di bulan kedua, aku kosong nominasi. Hal ini tak menyurutkan semangatku. Aku terus menulis tanpa memikirkan apa hasilnya nanti. Berkenalan dengan banyak penulis (kontributor) hebat telah membuka pola pikirku untuk selalu semangat.

Seiring aku mengikuti challenge sekaligus mengikuti event selanjutnya, akhirnya tak terasa aku sudah mengikuti banyak (bagiku) event di Nubar Area Sumatera. Setelah Cerita si Gadis, aku lanjut berkontribusi di event Kiat Sehat Herbal, Mindfulness Parenting, TOKBA 1, TOKBA 2, Ketika Jiwa Terlahir Kembali, IFFS 2 dan Kalian Luar Biasa. Benar-benar luar biasa bagiku! Dalam satu tahun, aku hitung bisa mengikuti 11 event di Nubar Sumatera. Ini sangat tak mudah bagiku, sebab hampir selalu kendala di gadegetku (aku menulis di ip*d yang kadang-kadang error).

Aku hanya menulis, menulis dan terus menulis kisah nyata hidupku. Meski pernah ada rasa down. Karena aku merasa tulisanku begitu-begitu saja modelnya. Namun, Mbak Dewi PJ luar biasa sabar menyemangati dengan mengatakan ada perkembangan perbaikan dalam tulisanku. Hal ini membuatku merasa mendapat suntikan semangat.

Rasa kekeluargaan yang sangat terasa, lalu terinspirasi dari senior-senior hebat, diantaranya Mbak Reynilda Hendryatie yang hampir selalu ontime pagi setiap kali setoran naskah, juga Mbak Siti Rachmawati M yang tulisannya luar biasa rapih, belum lagi Mbak Nurul Tristiati yang meski sedang sakit, tetap bisa bertahan, membuat semangatku berkobar seakan tak pernah padam. Dan ternyata nama-nama yang kusebutkan di atas, merekalah tiga diantara pemenang RNB Batch 1. MasyaAllah…tak salah aku berguru semangat kepada mereka semua.

Aku hanya menulis untuk menebar kebaikan lewat aksara. Tak disangka, di bulan November Allah memberi hadiah melalui Pak Ilham selaku founder dari Rumah Media Group (RMG), dengan memilih aku ikut masuk dalam salah satu kontributor di tim Web RMG setelah usai tantangan RNB.

Kemudian di awal Desember, aku mendapat pengumuman dari tim admin RNB yang luar biasa bekerja menilai semua tulisan peserta. Ternyata tulisanku masuk dalam nominasi Tujuh Kali Kategori Tulisan Terfavorit. Mendapat nominasi seperti ini sudah suatu keberkahan untukku. Sujud syukur alhamdulillah … terasa sekali Allah tak pernah memandang sia-sia sebuah perjuangan.

Lagi-lagi tak disangka, ternyata Allah memberiku hadiah lagi melalui Pak Ilham. Tak tanggung-tanggung, beliau selaku founder RMG memilihku dan bu dokter Hamni Azmi sebagai penerima hadiah buku senilai 200ribu lebih. Bukan tentang nilainya, tetapi tentang betapa beruntungnya kami mendapat apresiasi seperti ini. Apalagi dalam perjalananku sebagai penulis pemula yang bertumbuh dan berkembang awalnya di RMG. Rumah menulis pertama buatku.

MasyaAllah alhamdulillah 5 buku sudah sampai dipelukkan. Semua karena Allah semata, aku bisa dititik sekarang ini. Terimakasih banyak Pak Ilham dan RMG. Berkah selalu untuk Pak Ilham Alfafa dan keluarga. Jayalah selalu RMG🤩🤩🤩

Maafkan, narasinya kepanjangan. Saking takjub dan bahagia membuncah😄😄