Perlindungan Kerja pada Ekonomi Ketenagakerjaan

sumber gambar: www.google.com

Perlindungan Kerja pada Ekonomi Ketenagakerjaan

Di sebagian industri memiliki risiko kerja, terutama pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dekat dengan keselamatan dan kesehatan. Tingkat kecelakaan kerja dikaitkan dengan sifat pekerjaan, pratik kerja individu yang buruk, ketidaktahuan prosedural kerja, dan tekanan kerja. Sumber-sumber resiko kerja tidak hanya mendasari pada kondisi struktural dan organisasi. Begitu juga prespektif untuk mengupas persoalan ini bukan pada prespektif teknik tetapi diperluas pada  ekonomi ketenagakerjaan.

Sebenarnya, konsep keselamatan dan iklim keselamatan (safety climate) adalah kontribusi penting dari ilmu perilaku dan sosial. Sehingga menarik untuk dijelaskan perlindungan kerja dalam konsep ekonomi ketenagakerjaan.

Jika  diasumsikan bahwa pekerja memiliki kelengkapan informasi tentang risiko kerja di tiap pekerjaan yang ia lakukan. Dengan kata lain, pekerja mengetahui apakah ia melakukan hal dalam pekerjaanya tersebut dengan aman atau dengan risiko. Sedikit pekerja mengetahui bahwa telah terjadi paparan risiko pada pekerjaannya, atau abai pada risiko. hal ini banyak ditemui pada pekerjaan bersifat informal. Pada kenyataanya, ada beberapa kejadian yang spesifik pada hubungan antara persoalan keselamatan kerja dan pengetahuan pekerja pada risiko pekerjaan.

Pekerja yang peduli apakah pekerjaan beresiko atau tidak, maka mereka mengetahui bahwa kepedulian mereka tersebut akan mempengaruhi upah. Tingkat utilitas atas pekerjaan yang berisiko dapat dijelaskan dalam sebuah fungsi ekonomi, yakni fungsi upah dan fungsi risiko kerja. Marginal utility memberikan perubahan pada upah yang pekerja terima, perubahan tersebut tergantung pada risiko pekerjaan yang ia lakukan. Asumsinya adalah pekerja lebih peduli dengan upah yang lebih tinggi daripada marginal utility yang ia terima. Hubungan diantaranya adalah positif. Marginal utility atas risiko kerja memberikan perubahan dalam utility hasil di tiap perubahan satu unit probabilitas resiko yang terjadi. Asumsi ini mulanya bahwa risiko dipahami sebagai hal yang buruk dan bersifat negatif. Beberapa pekerja dimungkinkan lebih menyukai pekerjaan yang beresiko dikarenakan akan memperoleh upah yang tinggi.

Seharusnya, safe job menjadi pilihan pekerja. Pekerjaan yang memiliki resiko kerja yang minim. Perbedaan pilihan pekerja untuk memeroleh pekerjaan yang berisiko atau tidak, hal ini menentukan jumlah upah yang ia terima. Pilihan atas risiko dan upah seringkali mempengaruhi indifference atas pekerjaannya. Satu-satunya upaya agar indifference tidak bergerak terjauh, maka pekerja harus pindah pada risiko yang sedikit. Namun hal ini berdampak pada upah yang ia terima.

Ide atas perlindungan kerja pada ekonomi ketenagakerjaan ini adalah alami terjadi pada semua jenis pekerjaan. Keseimbangan pasar tenaga kerja terjadi pada kompensasi upah yang berbeda dan berada pada titik temu kesepakatan karakteristik waktu kerja dan jenis pekerjaan. Dengan demikian, perlindungan kerja berada pada lingkup ekonomi ketenagakerjaan, yang bisa dikupas dari sisi karakteristik risiko dan hubungannya dengan upah, diberikan sebagai kompensasi pada pekerjaan tersebut.

Rumahmediagrup/Anita Kristina