Pernah Berada di Posisi Gagal? Keep Move On Saja…

Fail, flop, collapse, flunk, fizzle out, bust, adalah bahasa keren dari gagal.

Sebuah kata yang menurut kebanyakan dari kita adalah hal yang selalu dijauhkan dari kehidupan.

Namun, semua memang sudah sepatutnya kita pernah mengalami sebuah kegagalan.

Tak perlu kita berkeluh kesah tak tentu arah. Karena pada kenyataannya jika seseorang inginkan suatu perubahan pasti akan melalui hambatan-hambatan yang menggelitik.

Itu bisa saja godaan, penghalang, sekaligus menghambat langkah kita menjadi lebih baik, yang tentunya sangat kita hindari.

Kita mengenal baik slogan tentang perubahan yang mengatakan bahwa siapapun yang ingin berubah ke arah lebih baik dari segala aspek, maka harus melalui proses perubahan yang berarti.

Meskipun di setiap perubahan itu ada saja yang tidak memberikan hasil baik.

Disitulah letak sebuah kegagalan. Meski belum berhasil, maka mengharuskan kita lebih keras berusaha memperbaiki proses yang setingkat lebih baik.

Menurut AN. Ubaedy (2008), dalam bukunya berjudul Tiada Musibah Tanpa Hikmah, dikenalnya istilah “Pancasila Kegagalan”.

Unik memang, tapi istilah ini bisa kita pahami agar apa yang terjadi nanti, kita bisa mempersiapkan diri.

Diantaranya :

1. Bahwa kegagalan sebetulnya tidak dapat diperinci penyebabnya.
Kegagalan kita, bisa karena diri kita sendiri, sebab orang lain, bisa juga faktor-faktor perubahan tersebut yang membuat kita mengalami kegagalan.

2. Semua apapun itu akibat dari sikap berusaha kita sendiri yang bulan menjadi pilihan, karena jika kita memiliki kekuatan dapat memilih, pastinyakita pilih kesuksesan atau berhasil.

3. Siapapun, dari bangsa manapun, pasti ppernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Baik orang pintar atau bodoh sekalipun pasti pernah mengalaminya.

4. Kegagalan adalah pelajaran penting karena pastinya memberi kita kesempatan kedua untuk bisa maju dan tetap semangat melakukan perbaikan, sampai akhirnya meraih sebuah titik keberhasilan tersebut.

5. Sebenarnya kegagalan pun tidak membebani kita menjadi sebuah nasib langkah kita kedepannya. Baru setelah gagal itu lah kita melangkah dan menentukan nasib kita selanjutnya.

Meskipun kita tahu ada juga tipe orang-orang yang apabila mengalami sebuah kegagalan langsung down, berputus asa tanpa ada usaha sedikitpun untuk bangkit.

Inilah orang yang rugi, karena tidak ingin berubah memperbaiki kegagalan pertama.

Sumber :

Street Wisdom : Sudjarwo Marsoem, Rene Publisher. Jaksel, 2010.

Pict : google share