Pernah Tercekik Riba, Kini Kami Bertobat

Pernah Tercekik Riba, Kini Kami Bertobat

Dulu, saya dan suami pernah terjerat riba hingga cukup lama dan dalam. Namun kami tak menyadarinya. Ilmu kami belum sampai saat itu. Kami masih berpikiran kalo ingin maju ya harus berani berhutang, nyicil, ambil KPR, ambil cicilan leasing dan sebagainya.

Bertahun-tahun kami tenggelam dalam kubangan hutang. Dilunasi kemudian tak lama ambil lagi. Gali lubang tutup lubang. Terasa sekali ketidakberkahannya. Ada saja masalah dalam kehidupan kami. Setelah dikilas balik saat ini, baru kami pahami, itu semua karena Allah tidak rida dengan cara hidup kami.

Kala itu, saking bodohnya kami, bahkan saat ada rezeki yang sebenarnya cukup untuk menutup hutang di sebuah bank, tidak kami setorkan. Merasa masih mampu menyicil, uang yang ada malah kami putar untuk modal bisnis yang ujung-ujungnya bangkrut juga.

Begitulah. Sampai di suatu titik, Allah jewer kami. Kondisi finansial menurun drastis, cicilan kami menunggak beberapa bulan di bank dan juga di leasing.

Suatu hari, datanglah dua orang laki-laki berbadan besar ke rumah. Tampangnya tak terlalu bersahabat. Apalagi suami sedang di luar kota. Saya hanya bersama anak-anak yang masih kecil-kecil.

Mereka debt collector yang dikirim pihak leasing. Menagih tunggakan cicilan mobil. Saat saya baca angkanya, Masya Allah, bunganya besar sekali, membengkak seiring lamanya waktu tunggakan kami.

Suara kasar para penagih hutang itu saya abaikan. Saya katakan bahwa urusan itu akan segara kami selesaikan. Setelah suami pulang dari luar kota, kami akan segera ke kantor. Alhamdulillah waktu itu mobil dibawa suami. Kalo mobil ada di rumah mungkin sudah mereka sita.

Saat saya ceritakan kejadian itu kepada suami, beliau terhenyak. Ternyata memang kami harus berhenti bergelut dengan riba. Keselamatan anak istrinya bisa saja terancam jika sampai debt collector bersikap kasar. Untungnya Allah masih melindungi kami. Penagih hutang yang berbadan kekar dengan tato di tangan itu hanya sekadar menggertak.

Akhirnya kami sepakat. Mobil akan dijual, hutang di leasing kami tutup. Dan tahukah Sobat, bunga beserta denda yang harus kami bayar bisa untuk membeli motor baru! Dan itu belum pokoknya yang harus dibayar utuh. Wow!

Ya, itulah riba. Tak ada kebaikan di dalamnya. Dosanya besar, efek buruknya juga amat banyak. Itulah sebabnya Allah perintahkan kita menjauhinya. Jika ingin selamat, maka patuhilah!

rumediagrup/meikurnia

One comment

Comments are closed.