Pernahkah?

 Pernahkah?
 

Dalam seiris kedipan mata
Ketika lintasan kenangan hadir kembali
Mengisi satu ruang istimewa
Dalam relung kalbu
 
Ingatan akan hangatnya pelukan bunda
 
Suara lembut saat senandungkan sonata
Penghantar buah hati tercinta menuju alam mimpi
Mendayu lirih menenangkan jiwa yang lelah
Melepaskan penat setelah seharian berlari kesana kemari
 
Perlahan sepasang mata mulai terpejam
 
Lagu itu seperti nyanyian bidadari surga
Bercerita tentang cinta sang bunda
Betapa tak sedikitpun detik terlewatkan
Curahan kasih sayang demi pelita jiwa
 
Doa dan pengharapan
Semoga kelak sang putra menjadi bijaksana
Jujur berjalan hadapi kerasnya dunia
Sanggup bertahan dari ganasnya godaan
 
Tipu daya yang ingin jerumuskan
 
Kemudian kening terasa basah menghangat
Kala kecup lembut menyentuh
Semakin menghantarkan jiwa melayang
Terbang bermain dalam alam imajinasi
 
Tak lama diri pun terlelap dalam senyum
 
Sepasang tangan itu masih mendekap erat
Kokoh bagai tembok benteng terkuat
Sesekali kibasan tangan coba halau serangga malam
Yang coba ganggu sang mutiara kesayangan
 
Sebelum akhirnya pulas seraya memeluk raga mungil
 
Bunda
 
Dalam angin malam kubisikkan doa
Semoga Illahi memelukmu penuh cinta
 
Bandung Barat, pertengahan September 2019
D3100
In memoriam of 70-300 mm
Snapseed


#NuBar
#Nulisbareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day2
#RNB48



rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy