Persaingan Berujung Pertikaian

Persaingan Berujung Pertikaian

Persaingan biasanya terjadi antara dua orang atau kelompok yang memiliki tujuan yang sama dalam memperebutkan hal atau benda yang sama.

Setiap orang atau kelompok yang bersaing, akan berusaha sekuat tenaga dengan berbagai teknik dan upaya, agar berhasil memenangkan persaingan tersebut. Tidak peduli diri sendiri berdarah-darah atau membuat orang lain celaka, yang penting tujuan tercapai dan hasil ada di genggaman. 

Kelemahan lawan dicari agar dapat menumbangkan secepatnya. Kelebihan lawan pun harus diketahui agar ditemukan teknik yang lebih kuat untuk menjatuhkannya. Intinya, lemah atau kuatnya pesaing harus menjadi kunci menghadapi persaingan. 

Sehat atau tidaknya cara memenangkan persaingan kembali pada pribadi masing-masing. Cara yang sehat akan mendapat pengakuan yang baik dari lawan, dan mereka akan mundur secara baik-baik tanpa emosi. Inilah yang sering dikatakan sportivitas, persaingan yang berimbang.

Sedangkan cara yang menghalalkan segala cara yang sebenarnya tidak patut dilakukan, akan memicu pertikaian. Cara ini misalnya terlihat pada tindakan yang memakai jasa supranatural, atau membuat berita buruk tentang kondisi lawan.

Lalu apa gunanya persaingan bila hanya menimbulkan pertikaian pada akhirnya.

Persaingan dibuat atau diadakan baik resmi maupun tidak, bermaksud untuk memacu semangat dalam mencapai tujuan. Misalnya saja pertandingan olahraga, lomba memasak, pokoknya semua yang mengandung aktivitas yang dilombakan. Maka berlakulah sportif bila ingin keluar sebagai juara sejati yang mengandalkan skill atau kemampuan dibidangnya. Pertikaian tak akan pernah terpikirkan bila semua sesuai alurnya.

Di dalam bisnis pun sering terjadi persaingan. Hal ini lumrah adanya. Namun rezeki itu sudah ada bagian masing-masing dari Yang Kuasa. Bila semua orang yang bergerak di usaha tertentu dan menyadari hal itu, maka pertikaian akan dapat dihindari. Lakukan peningkatan pelayanan agar pelanggan setia tetap mendatangi tempat usaha kita.

Persaingan juga terjadi dalam pergaulan sehari-hari, tanpa mengenal batas usia. Di sini, tetap fokus pada pengendalian diri, kontrol emosi. Hidup itu hanya sawang sinawang, begitu pepatah Jawa yang maksudnya kita hanya saling melihat luarnya saja.  Semoga pertikaian tidak mewarnai kehidupan bermasyarakat kita. 

Masih ada hal lain, yang terkadang tak sadar kita alami menjadi penyebab pertikaian, karena bersaing atau tersaingi. Mari kita pakai akal sehat untuk mengambil langkah, saat harus bersaing dan tidak memicu pertikaian.

Sumber gambar: artikelsiana.com

rumahmediagrup/hadiyatitriono

One comment

Comments are closed.