PERSAINGAN DAN KOLABORASI DALAM MIGRASI

Sumber gambar: www.google.com

Persaingan dan Kolaborasi dalam Migrasi

Pilihan untuk bersaing bisa saja menjadi rasional bagi penduduk asli dan pendatang. Kekakuan perilaku atas datangnya seseorang dalam lingkungan sosial, biasanya terjadi pada masyarakat dengan pemikiran konvensional. Persaingan hadir sebagai bentuk kompetitif, yang menekankan pada penciptaan pasar internal baru. Pasar yang dimaksud adalah pasar tenaga kerja dan pasar barang. Pemanfaatan pasar sebagai ajang kompetitif bagi pendatang dan penduduk asli.

Pasar juga dapat dimaknai sebagai sumber inovasi dan tempat bersaing. Perbedaan perspektif telah menyebabkan penduduk pendatang mempromosikan keahliannya dan barang ciptaannya kepada penduduk asli. Jenis hubungan yang mengatur hal tersebut terselubung persaingan atau bahkan sebuah kolaborasi. Individu yang kuat berperan “mewarnai” pasar ini, maka ia mampu mengajukan tawaran tertinggi dan memenuhi target keuangan yang ia inginkan. Bukankah melakukan migrasi karena alasan keuangan? Salah satunya memperbaiki perekonomian dirinya melalui perbaikan pendapatan. Jika demikian, bisa dipastikan bahwa penduduk pendatang akan memiliki motivasi memperbaiki diri dan kemampuan bersaing dengan berkolaborasi atau tidak dengan penduduk asli. Untuk mempertahankan kehidupannya, keberlangsungan bisnisnya dan kematangan karirnya.

Namun, penduduk asli juga menumbuhkan sifat semangat dalam berkompetisi dan menggunakan otoritas penggunaan sumber daya lokal di wilayah mereka. Karena itu, sumber daya lokal mereka kuasai dan diujikan di pasar, siapakah yang lebih kompetitif? Bagaimanapun juga akan banyak bermunculan ketidakpuasan ketika sumber daya lokal dikuasai pendatang? Kegagalan persaingan memunculkan upaya untuk berkolaborasi. Kerjasama di antara mereka akan lebih efisien, karena ada tekanan biaya transaksi yang tinggi.

Kolaborasi dapat diwujudkan dalam kerjasama kontraktual ataupun hanya sebatas kesepakatan. Hubungan kepercayaan memenangkan “hati” penduduk asli akan melahirkan upaya kolaborasi yang indah dalam pencapaian ekonomi. Sumber daya yang dimiliki penduduk asli dapat dikelola secara bersama, atau diinvestasikan oleh pendatang dan dikelola bersama. Kolaborasi sebagai pilihan utama untuk meningkatkan kinerja ekonomi dalam sebuah wilayah. Inilah dinamakan kemitraan strategis. Dan konflik dalam migrasi tidak akan pernah terjadi. Karena penduduk asli dan pendatang bersama-sama mewujudkan pertumbuhan kinerja, hidup bersama dengan tujuan tentram dan sejahtera.

rumahmediagrup/Anita Kristina