Pesona Setan Gepeng

Pesona Setan Gepeng

Di era digital yang kian lama semakin canggih. Sudah pasti ada sisi positif dan negatifnya. Salah satu sisi positifnya adalah membuat yang jauh terasa dekat. Kalau dulu ingin tahu kabar dari keluarga atau sahabat harus mengirim surat. Beda dengan jaman now, tak perlu kirim surat bahkan dengan singkat bisa tahu kabar dari orang yang sudah membuat kita rindu berat. Hehehehe

Tapi terkadang kita terlalu fokus dengan yang jauh hingga menomor duakan yang dekat. Banyak dari teman-teman yang mengeluh suaminya lebih betah mandangin hape ketimbang mandangin istri. Diajak ngobrol pun jawabnya masih tetep fokus sama hape. Entah pada saat itu saling memberi kabar kepada teman atau sedang main game. Bagi seorang istri, mungkin itu yang dinamakan sakit tapi tak berdarah, dekat tapi terasa jauh, siangnya di tinggal mencari nafkah malamnya di tinggal dolenan (main) setan gepeng.

Karena setang gepeng, Tuhan tak lagi diutamakan

Karena setan gepeng, banyak anak teraibaikan

Karena setan gepeng, banyak anak kecanduan

Karena setang gepeng, banyak rumah tangga berantakan

Karena setan gepeng, istri merasa terabaikan

Pesona setan gepeng, bisa membuat iman seseorang berkurang, membuat hubungan keluarga menjadi renggang.

Pesona setan gepeng, membuat dengan mudah wanita mengumbar auratnya. Tak ada lagi rasa malu dalam diri, yang ada hanya ingin dipuji,” Duhai ukhty engkau cantik sekali”, ” Maa syaa Allah, istri idaman.” Ya Allah, astagfirullah

Perempuan itu sunnahnya di dalam rumah. Jangan sampai orangnya di rumah tapi foto dan videonya terpampang di mana-mana.

Untukmu yang bergelar muslimah, jika engkau mampu untuk tidak dikenal maka lakukanlah. Lihatlah ibunya orang mukmin, Ummu Aisyah, Bunda Khadijah, Ummu Maryam dan Ummhatul mukminin yang lain. Kita tak pernah melihatnya, tak pernah bertatap muka dengannya tapi kemuliaan dan keindahan akhlaknya kita kenang sampai ditik ini.

Jangan latah, jangan karena banyak yang melakukan, kitanya jadi ikut-ikutan. Banyak yang mengerjakan bukanlah ukuran suatu kebenaran. Teladanilah wanita paling baik dan mulia di dunia ini, para istri dan keluarga Rasulullah.

Kita harus bijak dalam menyikapi fenomena ini, fenomena yang dengan mudah seseorang menjadi terkenal, baik terkenal dengan prestasi maupun sensasi. Fenomena yang dengan mudah membuat seseorang frustasi karena dibully. Fenomena yang dengan mudah membuat seseorang ingin mati bunuh diri karena dicaci maki.

Kita harus mampu menahan diri dan jari. Menahan diri untuk tidak selfi dan nyanyi-nyanyi yang pada akhirnya di unggah ke story. Kita harus bisa menahan jari untuk tidak membully yang membuat orang sakit hati.

Dan untukmu, yang sudah terlanjur melakukan, semoga segera meninggalkan. Yang belum melakukan, jangan ikut-ikutan.

Semoga kita termasuk perempuan yang malu menampakkan diri, menjadi muslimah yang betah di rumah dan mampu menjadi generasi yang tidak latah.

Oleh : Rumahmediagrup/Vita