Pocong dan Sumur Tua

Pocong dan Sumur Tua

Bunyi derit katrol timba sumur yang kukerek pagi ini, mengingatkanku pada peristiwa subuh pada hari itu.

Saat itu, aku masih duduk di bangku SMP. Karena letak sekolahku jauh, maka aku harus berangkat pagi-pagi sekali.

Seperti biasa aku pun menimba air di sumur untuk diangkut ke kamar mandi. Saat itu belum ada PAM. Umur sumur ini lumayan tua. Berada di belakang rumah tua yang konon pemilik aslinya meninggal karena kecelakaan. Kini, pemilik rumah itu telah berganti.

Hari masihlah gelap. Hanya ada aku di sumur mungkin karena masih subuh. Padahal, sumur ini dikonsumsi juga untuk umum. Maklum, antar tetangga dulu tak ada pagar.

Aku pun mulai mengerek timba. Hal ini bisa kulakukan. Sekalian latihan kekuatan otot lengan. Hehehe …. Namun, pagi itu entah mengapa pandanganku ingin mengarah ke sebelah kanan depan. Di sana ada banyak pohon pisang.

Seperti ada magnet, pandanganku pun mengarah ke sana. Dan, aku terpaku saat sesosok makhluk tiba-tiba menyembul di antara rerimbunan pohon pisang.

Pocong! Teriakku dalam hati. Bulu kudukku berdiri.
Aku tak berhenti menatap makhluk berkostum putih itu. Makhluk halus itu diam saja. Entah mengapa aku tidak lari, malah melanjutkan menimba, lalu membawa ember menuju ke kamar mandi.

Kemudian, aku pun menceritakan peristiwa itu kepada ibu. Ibu hanya tersenyum saja.

“Kita memang hidup berdampingan dengan makhluk lain,” kata ibu bijak.

Sejak itu, aku tak berani menimba air di sumur saat gelap. Ah, rupanya aku penakut juga.

Kadang aku berpikir kenapa aku harus melihatnya, ya.
Mungkin sama-sama apes, aku melihatnya dan dia melihatku.
Akhirnya, kami lihat-lihatan hihihi.

Hingga kini sumur tua itu masih ada meskipun jarang digunakan. Untungnya kini di sekeliling sumur sudah di tembok keliling. Jadi, aku tak bisa melihat langsung rerimbunan pohon pisang tetangga. Tapi karena pohonnya tinggi, daunnya bisa mengintip dari balik tembok.

rumahmediagrup/windadamayantirengganis

Sumber Foto: winda’s collection

2 comments

  1. Cerita honor yg menakutkan hi… hi.. hi… waktu malam mau membaca. Ttp takut tdk bisa tidur… Tulisannya keren, Bun Winda

  2. Ga menakutkan sih cuma, Bu, cuma liat-liatan hehe.
    Terima kasih sdh membaca.

Comments are closed.