PHK, Dampak Pengurangan Tenaga Kerja

PHK, Dampak Pengurangan Tenaga Kerja

Bisa kita bayangkan bagaimana paniknya  jika mungkin tiba-tiba suami atau pasangan hidup kita terkena PHK atau pengurangan tenaga kerja, panik bukan? apalagi di situasi sedang seperti saat ini, ada pandemi yang mengharuskan PSBB diberlakukan di beberapa industri dan  pabrik-pabrik, karena hasil produksi yang menumpuk tak mampu diserap pasar karena daya beli masyarakat semakin berkurang sejak berlaku lockdown. 

Hanya yang kurang dipahami oleh sebagian masyarakat awam adalah dampak dari keadaan setelah seseorang dinyatakan terkena pengurangan tenaga kerja atau efisiensi istilah populernya. 

Ceritaku bermula dari kisah tetangga satu blok dengan rumahku, yang tadi malam minta tolong diantarkan ke rumah sakit, demam tinggi dan sering ke kamar mandi karena diare, sang istri panik dikira suaminya terkena virus covid-19.

Singkat cerita kami antar si suami menuju IGD rumah sakit daerah di tempat kami dan langsung ditangani dokter jaga yang rupanya sigap menanyakan segala sesuatu berkaitan sakitnya si suami, prosedural penanganan oleh dokter kalau sementara menunggu perkembangan keadaan suami harus diam di bed IGD selama 2 jam, supaya terpantau kemajuan penanganan dokter, jika tidak si suami bisa kena stroke kata pak dokter  tadi, waaahh… bisa terbayang paniknya si istri, tetanggaku itu. 

Sambil menunggu sejenak perkembangan si suami, aku juga bisa merasakan kecamuk dan gelisah hati si istri, namun alhamdulillah, hasilnya cukup membuat kami dan si istri merasa lega karena pak dokter setelah memeriksa si suami, hanya tersenyum sambil menyerahkan resep. Dokter mempersilahkan menebus resep, sambil berbincang mengatakan kalau si suami tadi memendam masalah berat tatkala sudah di rumah saja, sejak pemberitahuan PHK. 

Suaminya terkena efisiensi, namun karena termasuk tipe pendiam, istrinya pun sampai tidak paham kalau sang suami sedang memendam perasaan galau, tidak bisa berterus terang kepada istrinya, dalam beberapa hari di rumah dikira masih menjalani masa libur bekerja karena lockdown. 

Maka sebaiknya memang terjadi komunikasi yang harmonis dalam keluarga, terutama suami istri masalah dalam pekerjaannya harus saling terbuka, give and take gitulah istilahnya, supaya tidak ada kejadian-kejadian panik seperti yang menimpa tetanggaku kemarin.

gb. dari galeri rumedia

rumahmediagrup/isnakuainr

2 comments

Comments are closed.