POTENSI MANUSIA (BAGIAN 6)

POTENSI MANUSIA (BAGIAN 6)

Oleh Puji Yuli

Naluri beragama itu menunjukkan rasa pentingnya kebutuhan manusia kepada Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur. Manifestasi pemenuhan naluri beragama bagi umat muslim adalah beribadah kepada Allah SWT seperti melakukan shalat lima waktu maupun shalat sunnah. Dimana, shalat adalah tiang agama dan sarana yang digunakan oleh manusia untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan dunia ini.

Dengan adanya pemenuhan naluri beragama yang benar alias sesuai dengan aqidah Islam maka manusia akan damai dan tenang lahir dan batin. Naluri beragama ini harusnya bisa mendorong manusia untuk mau terikat dengan Alquran sebagai pedoman hidup. Ini perlu dilakukan oleh manusia untuk mengharapkan ridho Allah SWT. Dengan ridho Allah SWT maka manusia bisa berharap menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Disadari ataukah tidak, manusia secara fitrah itu mempunyai 3 pertanyaan mendasar dalam dirinya saat menjalani kehidupan ini. Tiga pertanyaan besar itu berupa dari mana manusia berasal? Untuk apa manusia hidup di dunia ini? Mau kemana manusia setelah hidup di dunia ini? Ketiga pertanyaan mendasar yang secara fitrah ada dalam jiwa manusia itu perlu adanya jawaban secara benar dan pasti. Agar manusia itu tidak galau, resah dan gelisah dalam menjalani kehidupan ini. Sehingga manusia menjadi tersesat dan salah arah hingga menuju ke arah kerugian dan kebinasaan di dunia maupun di akhirat.

Untuk bisa menjawab ketiga pertanyaan mendasar (uqdatul kubro) secara benar diperlukan adanya proses berfikir dan petunjuk hidup berupa Alquran. Agar jawaban yang diperoleh manusia itu bisa sesuai fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan jiwa alias hati. Hal ini diperlukan manusia untuk memenuhi naluri beragama secara benar dan pasti. Sehingga manusia bisa meraih keselamatan dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

Pujiyuli/