Progas

Makanan merupakan sumber energi bagi manusia. Sehingga pertumbuhan tubuh manusia tergantung makanan yang dikonsumsinya. Ada banyak jenis makanan yang dapat dikonsumsi namun seringkali anak hanya dikenalkan dengan makanan enak dan siap saji yang tak bisa dijamin kandungan gizinya.

Mengajarkan anak menyukai semua jenis makanan tidak mudah. Di era yamg serba mudah dan canggih seperti sekarang ini makanan ditawarkan dengan berbagai jenis tampilan dan dengan cara yang mudah. Kita tinggal memilih makanan yang menarik dan suka hanya dengan satu jari, maka jasa layanan antar makanan akan tiba di depan rumah.

Bermula dari masalah di atas, maka sekolah membuat Progas program gizi anak sekolah. Program ini salah satu tujuannya adalah mengenalkan berbagai jenis makanan kepada siswa. Dari buah-buahan, umbi-umbian, sampai makanan sehat olahan lainnya.

Progras ini dilaksanakan setiap pagi di hari Jumat. Setelah dzikir pagi petugas Dokcil memulai program ini dengan menjelaskan manfaat makanan yang telah disepakati pada hari itu. Selesai penjelasan dari Dokcil siswa akan memakan makanan yang telah mereka bawa dari rumah.

Contohnya ubi, ternyata banyak dari siswaku yang tak tahu bentuk asli ubi. Orang tua siswa memberi banyak taburan keju dan susu, dengan maksud agar anaknya mau makan ubi. Namun ternyata mereka hanya memakan kejunya dan menjilat-jilat susunya.

Ada berbagai reaksi dari siswa-siswaku jika mereka baru mengenal makanan tersebut. Ada yang mencoba menutup mulutnya rapat-rapat sambil menggeleng-gelengkan kepala bahkan ada yang menangis saat disuruh bu guru untuk memakan ubi rebus yang dibawanya.

Guru harus senantiasa sabar dalam membujuk dan memberi pengertian kepada siswa tentang pentingnya mengenal berbagai macam makanan. Tidak hanya mengenal namun juga merasakan tekstur makanan tersebut dengan mencoba memakannya. Meskipun tak mudah.

Sosialisasi diperlukan agar orangtua ikut mendukung dan mensukseskan progas ini. Progas ini memerlukan kerjasama dan peran aktif orang tua di rumah. Diharapkan orang tua dapat membekali pengetahuan tentang makanan yang telah ditentukan sekolah. Sehingga saat di sekolah anak siap mengkonsumsi makanan yang telah ditentukan.

Sumber foto : Koleksi pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar