Secantik Mawar Putih di Malam Sepi

Senja memang telah menjauh
Mendekap bulan yang kini melempar senyum
Menatap sendu mataku yang berpaling
Dari dalamnya cerita cinta yang kini terasa

Kekasih memang tak selamanya ada
Ketika dudukpun tak bisa berupaya
Mengalihkan lirikan pejalan kaki
Yang ingin berlaku mengambil kuntumnya

Mawar putih yang lagi tertunduk cantik
Berayun lembut tertiup angin malam
Wanginya semerbak tertancap malu
Ikut bersaksi betapa indah suasana malam

Meski gelap Mawar tetap mahfum
Menebar wangi meski duri kan jadi balas
Bahagiakan yang lain memberi bekas
Diri tersakiti tak pernah tampak memelas

Sepipun tak pernah merasa gelap
Biarkan sekitar merobek daun terlepas
Luka berdarah kan menusuk menancap
Duri yang kuat kan memberi balas

Penyesalan mawar tak berdasar kelempai
Duri yang tajam membagi kuat
Kokoh menjulang tak usah resahkan lunglai
Berseri melawan pedih bak tali kawat

Berlaku seperti mawar yang merekah
Wangi tak akan merugikan mati
Tebar keindahan setara kebaikan
Memberi tenang mesti tak diberi upeti

Salah mereka yang memetik mengacak
Sebentar saja mencampak dahan
Hancur dirasa merana tak terlacak
Sombong nian dia yang berlaku arogan

Ikuti kata yang terpatri sanubari
Jikalau merasa salah temui keampunan
Mencabik peran yang tak dipatuhi hati
Hanya meruncingkan sebuah penyesalan

Bersikap bak mawar dimalam sepi
Meski tertutup gelapnya langit
Masih bisa membagi senyum menepi
Bahagia tak mencari sesosok cinta sengit