Purnama Baru

 Purnama Baru

  
 Seiring gagahnya sang jago berseru
 Bangunkan mereka yang masih terlelap
 Terjebak dalam mimpi penuh hiasan
  
 Sebuah pagi hadir kembali
  
 Lintasan cahaya mentari mengintip malu
 Dari sela dedaunan basah sisa embun semalam
 Seperti enggan tunjukkan diri
  
 Perlahan hangat itu mulai terasa
 Seperti burung pipit yang terbangun manja
 Lalu bersenandung merdu
 Nada ceria penuh syukur
  
 Bilah jendela mulai terbuka
 Lampu-lampu padam satu persatu
 Pintu terbuka lebar
 Sambut hembusan angin segar yang hendak singgah
  
 Suara riuh terdengar kian ramai
 Tak satupun manusia berdiam diri
 Bersiap dengan tenaga dan nafas baru
 Bak prajurit dengan tameng bersenjata siap bertempur
  
 Hari adalah medan pertempuran
  
 Sang ayah berjuang mencari pintu rizki
 Demi hidupi pendamping sang buah hati
 Ikhtiar penuh harap
 Di akhir senja membawa lembaran rupiah
  
 Sang ibu tak kalah giatnya
 Tanggung jawab besar menanti
 Kasih hangatnya bersiap mendidik
 Menuju lahirnya seorang insan terbaik
  
 Jangan lupakan sang buah hati
 Medan juang telah menanti
 Bersenjatakan pena berbekal kecerdasan
 Demi prestasi menjadi kebanggaan
  
 Dan bagaimana dengan aku ?
  
 Tenanglah
  
 Tak seperti pagi yang berganti
 Tak seperti malam berhias sunyi
  
 Aku akan selalu hadir untukmu
 Tanpa pinta tak bersyarat
  
 Bandung Barat, awal Oktober 2019
 D3100 18-200 mm
 Snapseed
  
 #Nubar
 #NulisBareng
 #Level4
 #BerkreasiLewatAksara
 #menulismengabadikankebaikan
 #week1
 #RNB48
 #rumahmediagrup — bersama Titi Keke, Rumedia Nubar Bla dan Ilham Alfafa. 




rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy