Quick Writing

√√Quick Writing√√

Ada banyak trik untuk membuat tulisan secara cepat dan tepat. Bagi Anda penulis yang super kejar target/deadline, tentunya diharuskan menyelesaikan banyak tulisan secara cepat. Pada kesempatan kali ini saya akan menjabarkan lima trik Quick Writing; yaitu menarik garis besar/outline, pengembangan kalimat, menjabarkan makna kalimat/paragraf, Mengikat Ide Secepatnya, dan PAKSA. Lima cara ini saya pakai di 4 buku saya yang pertama; Di Sudut Luka [1 minggu 5 cerpen], Kata Sakti M.O.T.I.V.A.S.I [3 bulan 8 bab utama dan belasan sub dan anak sub bab], 50 Sajak Jiwa [4 bulan 50 sub penjabaran], Titik! [1 Bulan 9 tulisan/cerita], dan DLK #1 – #2, Diplomasi Cinta, Aku Harus Kuat yang ditulis secara keroyokan atau antologi.

√Menarik Garis Besar/outline

Metode ini biasa dipakai oleh kebanyakan penulis; baik itu penulis pemula ataupun penulis profesional. Cara ini dinilai paling ampuh dan efektif bagi para penulis dengan segudang aktifitas padat di kesehariannya.
Menarik garis besar/membuat outline adalah hal paling mudah dan memudahkan penulis dalam membuat sebuah tulisan. Di mana pun Anda berada, jika muncul sebuah ide, cukup tuliskan garis besarnya, jadi tidak terlalu memakan banyak waktu dan menguras pikiran. Outline yang sudah Anda tuliskan, tentu saja tidak selalu berhubungan satu sama lain. Tidak mengapa. Tuliskan saja dulu. Anda bisa mengoreksinya ketika Anda senggang dan atau di saat pikiran sedang fresh.
Menulis outline tidak selalu mudah. Kadang ada beberapa outline yang harus kita pikirkan secara matang agar hasilnya sesuai dengan tema atau judul buku yang sedang kita garap. Tapi percayalah, tidak sesulit mandi di sore hari, hehehe…
Buku yang saya tulis berdasarkan outline adalah Kata Sakti M.OT.I.V.A.S.I (ditulis tahun 2008 dengan beberapa kali revisi).

√Pengembangan Kalimat

Pengembangan kalimat adalah cara menulis cepat dengan terstruktur. Cara ini akan dikuasai dengan cepat jika banyak berlatih.
Di metode ini, saya biasanya hanya menulis beberapa kalimat utama saja yang dianggap penting. Lalu, setelah itu–bisa langsung dilanjut atau di kesempatan berikutnya–saya kembangkan kalimat-kalimat utama itu menjadi satu paragraf, kemudian dikembangkan lagi menjadi beberapa paragraf, lalu dikembangkan lagi menjadi beberapa alinea, hingga akhirnya, tak terasa, satu buku selesai ditulis, horee… 🙂
Catatan, bila Anda merasa tulisan Anda masih tidak bagus atau tidak nyambung saat dikembangkan, abaikan saja. Hal itu akan Anda koreksi nanti setelah tulisan selesai semuanya dalam proses edit by author. Perhatikan, jika metode ini terus Anda asah setiap hari, minimal satu kalimat yang dikembangkan, secara konsisten, maka bukan tidak mungkin, Anda akan terbiasa mengembangkan kalimat atau paragraf secara cepat dan tepat.
Buku yang saya tulis dengan metode ini adalah Kata Sakti M.O.T.I.V.A.S.I (walaupun outlinenya sudah saya tulis di tahun 2008, namun mulai fokus dikerjakan dari pertengahan Juni hingga awal September 2015), dan beberapa buku yang sedang digarap.

√Penjabaran Makna Kalimat/Paragraf

Menjabarkan makna kalimat/paragraf memang tidak mudah. Tapi, ternyata metode ini adalah salah satu cara dalam menulis secara cepat.
Metode ini pun bisa dipakai untuk melatih keahlian kita dalam menulis. Beberapa tulisan yang bisa dijabarkan adalah, puisi/sajak; quote; suatu kata yang ‘sakti’, dan lirik lagu.
Menjabarkan makna dari puisi adalah hal yang gampang, tetapi susah; susah, tetapi gampang. Dalam suatu puisi/sajak, setiap kata pasti memiliki makna tersembunyi yang ingin disampaikan atau bahkan disembunyikan penyair. Nah, Anda bisa belajar menulis cepat dengan menulis makna puisi; minimal, puisi/sajak yang Anda tulis sendiri. Seperti, dalam buku ’50 Sajak Jiwa’, dan sub judul ‘Dan Titik!’ di buku ‘Titik!’.
Menjabarkn quote tentunya bagi Anda bukanlah sesuatu yang sulit. Saya yakin kebanyakan dari Anda banyak menulis quote-quote singkat di fb/twitter dan medsos lainnya. Anda menulis untuk memberi semangat dan memotivasi diri ataupun orang lain. Tentunya, saat Anda menulis quote itu, Anda sudah mengerti maksud dari yang Anda tulis–ada di pikiran Anda. Nah, yang ada di pikiran Anda, cobalah untuk dituliskan. Contoh, “Hidup itu singkat.” Hanya satu kalimat di atas bisa Anda kembangkan menjadi berparagraf-paragraf sesuai makna yang Anda pahami. Bila Anda kumpulkan quote-quote sederhana itu menjadi sebuah buku, tentunya quote itu menjadi sebuah buku yang luar biasa manfaat.
Suatu kata ‘sakti’ adalah kata-kata yang dianggap memiliki nilai jual, seperti MOTIVASI, SEMANGAT, SUKSES, BAHAGIA, HAPPY, SAD, GAGAL, dan lain sebagainya. Kata-kata itu bisa Anda jabarkan dengan makna yang pas menurut Anda dan hasil pemikiran Anda sendiri. Contoh, MOTIVASI bila dijabarkan memiliki makna Mengenal diri sendiri, Olah diri, Takwa/taat, Ilmu, Visi, Aksi, Sabar, Ikhlas. Dari kata itu masih bisa dijabarkan lagi menjadi lebih luas, bahkan menjadi satu buku tebal (bukan promosi yah, hehehe).
Setiap lirik lagu memiliki makna yang terkandung di dalamnya. Setiap lirik lagu memiliki sejarah dan cerita tersendiri. Makna itu bisa Anda jabarkan menjadi lebih luas, agar pembaca lebih memahami lagu tersebut, atau bahkan bisa dikembangkan menjadi sebuah cerpen bahkan novel.
Nah, mari mulai menuliskan setiap makna kehidupan kita.

√Mengikat Ide Secepatnya

Ide itu tidak bisa dicari. Pun ide tidak bisa diminta dari seseorang, apalagi membeli dari pasar daging, hehehe… Ide itu muncul dengan sendirinya. Kapan pun, di mana pun, ide bisa datang tiba-tiba seperti serangan jantung. Bila ia mau, ide akan menghilang hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Dan, bila ia ingin, ide akan datang bertubi-tubi sampai tidak terbendung di pikiran.
Saat ide itu hilang–tidak muncul-muncul–tentunya kita akan sulit mendapatkan ide cemerlang, meskipun sudah berpikir keras. Bila ide muncul, ia bisa datang secara percuma dan kontinuitas. Nah, saat itulah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Saat ide muncul, jangan buang-buang waktu; jangan tunggu lama-lama; jangan di nanti-nanti, secepatnya langsung tuliskan semua ide yang muncul di kepala; baik itu sebuah outline, inti kalimat untuk dikembangkan, quote-quote sederhana untuk dijabarkan, ataupun sebuah gambaran keseluruhan yang langsung dieksekusi saat itu juga. Ingat, abaikan dulu EYD; kata-kata baku. Tuliskan saja semua ide yang muncul tersebut–kecuali Anda sudah terbiasa menulis dan langsung mengedit (biasanya penulis yang berprofesi sebagai editor buku).
Setelah ide itu berhasil Anda tuliskan semuanya–tanpa sisa–Anda bisa rehat sejenak. Pada kesempatan berikutnya atau setelah jeda dari rehat, Anda bisa memasukkan ide-ide tersebut ke bank naskah pribadi Anda sesuai klasifikasi. Lalu, eksekusi satu per satu sesuai mood dan target terbit buku Anda.
Buku yang saya tulis dengan metode ini adalah ‘Di Sudut Luka’ dan ‘Titik!’ (ada di beberapa judul di buku Titik! saya tulis hanya dalam waktu sehari).
So, di mana pun Anda berada, jika tiba-tiba ide itu muncul, jangan lupa, Catat!!!

√PAKSA

Sebagian orang atau mungkin kebanyakan orang tidak suka dengan paksaan. Karena, dengan paksaan, seseorang akan merasa tidak ikhlas. Tapi, dalam dunia tulis-menulis, ternyata metode ini ampuh membuat penulis jadi menyelesaikan karyanya lebih cepat. Dalam keadaan terdesak–karena paksaan–otak manusia akan berpikir lebih cepat dari biasanya. Metode ini ampuh membuat seseorang yang tidak bisa menulis pun mendadak jadi penulis. Selama setahun saya mengisi pelatihan menulis, beberapa peserta mengaku takjub, karena mendadak bisa menulis hanya dalam sehari yang biasanya tidak pernah bisa selesai satu tulisan/judul pun. Itu karena mereka dipaksa untuk menulis.
Beberapa karya saya yang menggunakan metode ini adalah buku-buku NuBar seperti Titik!, Di Langit Kerinduan #1 dan #2, Diplomasi Cinta, dan Aku Harus Kuat.

Itulah kelima metode yang biasa saya pakai dalam pembuatan sebuah naskah tulisan. Beberapa metode lainnya, Insya Allah akan saya share di kesempatan berikutnya. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi para penulis yang sedang berjuang menegakkan literasi Indonesia maupun bagi para calon penulis yang ingin menjadi pejuang pena.

Semoga Bermanfaat.

rumahmediagrup/alfafa

3 comments

Comments are closed.