RAHASIA “WHY”

Rahasia “why”

Kenapa seorang anak manut pada ibunya? Karena ia memiliki jawaban dari pertanyaan  why tersebut. Ibu dalah seseorang yang melahirkan, membesarkan, mendidik, menjaga, dan mengasuhnya maka sudah sepantasnya seorang anak berbakti kepada ibu. Itu adalah jawaban dari why seseorang terhadap ibu. Ada juga orang yang begitu patuh pada atasan dan semua aturan tempatnya bekerja, termasuk aturan berpakaian yang telah ditetapkan tempatnya bekerja. Harusnya itu juga terjadi, jika aturan datang dari Allah, padahal Allah telah member kita segalanya hingga kita mampu berjalan di bumi ini.

Jawaban why akan menemukan keyakinan dan motivasi untuk seseorang melakukan sesuatu. Begitu juga halnya dengan keimanan. Motivasi yang mampu merubah cara pandang seseorang tentang hidup adalah ketika ia mengatahui jawaban dari kenapa (why) Kenapa Allah? Kenapa Rasulullah? Kenapa Al quran? Why adalah satu kata dengan pembahasan yang panjang. Why adalah satu kata yang jika terjawab dengan sempurna akan menghantarkan seseorang kepada keimanan yang mengkristal. 

Ketika manusia mampu menjawab kenapa Allah, maka tak akan ada keraguan dalam dirinya bahwa ia seorang hamba, al-‘ubudiyyah (penghambaan diri) kepada Allah. Semuanya tergantung pada Allah, untuk kita dapat memenuhi kebutuhan hidup. Ketika bergantung pada Allah berarti juga harus tunduk dan patuh terhadap aturan Allah. Jika masih ada aturan Allah yang belum kita laksana berarti ada yang salah dengan keimanan seseorang. Menaati Allah butuh pengorbanan dan resiko dan lebih beresiko jika tidak taat.

Disaat menyakini Allah sebagai pencipta, disaat itu juga meyakini bahwa Rasulullah sebagai pembawa risalah dan teladan dalam menjalani kehidupan.

“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (TQS. Al- Ahzab: 21)

Disaat itu juga kita harus menyakini Al quran sebagai kalamullah, merupakan pedoman manusia dalam menjalani kehidupan yang Allah turunkan kepada Rasulullah untuk rahmatan lil’alamin.

“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (TQS. Al-Baqarah: 2)

Ketakwaan, memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya, tidak cukup diartikan dengan takut saja namun harus terlihat dari sikap seseorang. Al quran menjawab jika masih ada keraguan manusia terhadap kitab ini.

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar” (TQS. Al Baqarah: 23)

Ayat Ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al quran itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa, karena ia merupakan mukjizat nabi Muhammad saw yang Allah berikan.

Konsekuensi keimanan adalah tunduk terhadap seluruh aturan Allah. Tidak ada jaminan dan kepastian seseorang beriman atau tidak. Apakah seorang muslimah yang menutup aurat dengan sempurna sudah pasti beriman? Belum tentu, tetapi seorang muslimah yang beriman sudah pasti menutup aurat dengan sempurna sesuai dengan yang Allah perintahkan.

Jawaban why yang mustanir (cemerlang) akan menghantarkan manusia pada kesempurnaan syahadat. Selalu mempelajari Islam akan membantumu mengungkap rahasia why.

rumahmediagrup/firafaradillah