Ramadhan Dalam Pandemi Corona

Ramadhan Dalam Pandemi Corona

Ada yang istimewa di bulan Ramadhan tahun ini ya sahabat?, bagaimana tidak kita akan menjalaninya kurang dari satu minggu ini, dengan keadaan masih belum terbebas dari pandemi Corona, atau  Covid-19.

Rupanya Allah telah berkehendak supaya kta menyiapkan mental untuk sabar berkali lipat, jauh sebelum ibadah wajib yang penuh tantangan ini akan kita jalani. Betapa tidak mungkin rahmat Allah akan berlipat pula bagi umatNya yang taat menjalani di ketiadapastian kapan pandemi akan berakhir. Janji Allah pasti akan memberikan pahala dan pertolongan pada umatnya yang sabar. “Inna allaha Maa’a syaabiriyn”, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar

Kita sudah harus patuh pada aturan pemerintah dan taat pada fatwa MUI untuk tinggalkan kerumunan, berdiam di rumah saja, beribadah dari rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ditambah satu kewajiban kita sebagai umat muslim untuk berpuasa wajib bulan Ramadhan juga hanya dengan kondisi stay at home. Sungguh ini keadaan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya, kalau sekitar 5 sampai 6 minggu ini kita masih dalam keadaan bisa makan dan ngemil di siang hari untuk sekedar melupakan rasa jenuh yang menghampiri. Maka tantangan berpuasa di tengah situasi lockdown pandemi akan menjadi sensasi tersendiri.

Ujian kesabaran kita sesungguhnya tak akan berbanding dengan kisah kejadian yang dialami nabi Nuh kala harus dilock down oleh Allah di perahu selama kurang lebih 8 bulan, di mana setiap 40 hari sekali beliau melihat air bah belum surut juga, sampai hitungan ke hari yang ke 240 (8 bulan) barulah Allah mengizinkan nabi Nuh dan umatnya yang taat bisa kembali ke daratan. Dalam Q.S Asy Syu’ara (117-118) ketika nabi Nuh memohon keputusan, pertolongan dan keselamatan :

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku tetap terus mendustakanku. Maka adakan suatu keputusan antara aku dengan mereka dengan ketetapan yang mana Engkau akan binasakanlah dengannya orang yang mengingkari keesaanMu dan mendustakan Rasul-Mu. Dan selamatkan aku dan orang-orang yang bersamaku dari kaum Mukminin, dari siksaan yang Engkau lancarkan kepada kaum kafir.”

Juga bagaimana ketika Nabi Yunus memohon pertolongan bebas dari perut ikan, tobat, mohon ampun atas dosa-dosa kepada Allah dengan segenap kesungguhan hati : 

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”. (QS. Al Anbiya: 87). Maka dari tobatnya beliau nabi Yunus bisa selamat keluar dari perut ikan yang menelannya. 

Kita yakin dan percaya bahwa di bulan Ramadhan tahun ini sungguh teramat istimewa bila kita sabar dan taat mengamalkannya, tidak galau, resah dan gelisah memikirkan bagaimana kalau tidak kuat menahan keinginan ngabuburit, tidak tahan untuk tidak shalat tarawih di masjid, tidak tahan untuk tidak mudik, ya.. semua keinginan beraktifitas indah yang indah yang setiap tahun kita jalani mungkin akan terasa hambar saja, tetapi kuncinya adalah bersabar, memohon keharibaanNYA untuk segera mempermudah situasi yang sulit seperti sekarang ini, bukankah do’a ketika kita sedang berpuasa sangatlah makbul? 

Marilah kita tetap selalu  berprasangka baik akan semua kejadian yang sedang berlangsung sekarang ini maupun di bulan suci Ramadhan tahun ini, semua sudah menjadi ketetapan Allah di Lauhul-mahfudz, jauh sebelum kita ada dilahirkan ke dunia. Semoga Allah senantiasa meridhoi semua amal dan perbuatan baik kita, dihindarkan dari kemungkaran, Aamiin.

gambar : FB UMM English

rumahmediagrup/isnasukainr