REMEMBER HISTORY (Bagian 1)

Remember History (Bagian 1)

Peradaban islam, perdaban gemilang dengan menguasai 2/3 dunia. Bukti ini dapat dilihat dari jejak-jejak yang ditinggalkanya selama menjadi Negara adidaya baik secara fisik atau materi maupun pemikiran. Meninggalkan banyak cerita, yang dapat kita adopsi sebagai seorang Muslim. Kekayaan histori kaum Muslim berupa teladan pahlawan-pahlawan superhero dengan fakta dan realita yang ada.

Banyak saat ini anak-anak justru mengidolakan pahlawan-pahlawan berjiwa heroik namun fiksi belaka. Kekuatan-kekuatan yang dimiliki pahlawan-pahlawan ini sangat tidak rasional atau tidak masuk akal, kemampuan bisa terbang, berubah bentuk, melayang-layang di udara menggunakan jaring laba-laba, manusia besi, dan lain sebagainya. Sungguh tak dapat diindera dalam kehidupan nyata. Kekuatan super menjadi andalanya seolah mampu menciptakan perdamaian dunia. Tentu hal ini akan mempengaruhi cara berfikir anak-anak yang baru membentuk standar berfikir. Keadaan ini jika berlanjut dikawatirkan membuat mereka terbiasa berfikir diluar nalar.

Islam sungguh luarbiasa, tak hanya sejarah kejayaanya yang gemilang namun dari rahim sistem ini lahir pahlawan-pahlawan heroik yang nyata. Ketaatanya kepada Sang Pencipta menjadikanya tak hanya sekedar cerdas, namun menjadi sosok yang pantas untuk diteladani dan yang pasti bersifat non fiksi.

Kita bisa sungguhkan kepada anak-anak bagaimana beriman, cerdas dan tangguhnya Muhammad Al-Fatih, diusia 21 tahun telah menjadi panglima perang terbaik dengan strategi yang tak terduga ketika menakhlukan konstantinopel. Mus’ab bin Umair, duta pertama Islam, meratakan Madinah dengan Islam dan syahid sebagai perisai Rasulullah ketika perang Uhud. Saad bin Muadz, menjadi pemimpin yang dicintai kaumnya, syahidnya menggetarkan Arsy Allah, dan seluruh pintu surga terbuka untuknya. Zaid bin Haritsa, ketaatan pada Allah menjadikanya anak angkat kesayangan Rasulullah. Ja’far bin Abi Thalib, kecerdasanya meneguhkan hati Raja Najasy. Abdullah bin Mas’ud, Qori penghafal Alquran, keberanianya tiada tanding, Ia juga shahibus sirri Rasulullah, dan masih banyak lagi para sahabat dan generasi terbaik yang lahir dari peradaban Islam. Jangan pernah kita putus sejarah dan pemikiran-pemikiran Islam kepada generasi selanjutnya, meskipun sejarah tak akan pernah bisa menjadi hukum namun sejarah akan memberikan secercah cahaya kehangat yang mampu membuatnya memiliki figur idola nyata, bangga dan percaya diri dengan apa yang telah diperjuangankan oleh terdahulunya. Sebagaimana Muhammad Al-Fatih yang selalu menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam segala hal.

rumahmediagrup/firafaradillah