Renjana

Oleh : Hamni Azmi

Sudah dua pekan berpisah dari anak-anak di pesantren. Biasalah, memasuki pekan ketiga hati mulai ada rindu, mulai sering menyebut nama mereka. Walaupun di hati dan mulut,, selalu berkata “mereka baik-baik saja, semoga Allah sehatkan, semoga Allah jaga.” Untuk menepis renjana yang selalu memenuhi ruang hati.

Bulan ini si Mas mulai jarang telpon, paling cepat se pekan sekali. Hari Ahad saja. Itu juga yang kadang bikin ada sedikit sesak, tapi sekali lagi selalu berusaha menggumamkan kalimat-kalimat positif yang menguatkan diri sendiri dan pasti juga akan menguatkan mereka di sana.

Hari Ahad kemarin, si Mas telpon, dari suaranya saya bisa rasakan kalau ia dalam keadaan sehat jiwa dan raganya. Alhamdulillah..

Saat saya sampaikan bahwa insya allah Jumat depan kami akan mengunjunginya.
Langsung dia mengucap “Alhamdulillah. “

“Insya allah ya Nak, kalau tidak ada acara yang harus dikerjakan di sekolah, ibu dan bapak akan ke sana.

Tapiā€¦kalau ternyata tiba-tiba ada hal yang harus ibu kerjakan di sini, dan belum bisa menengok Adib, artinya Allah belum mengizinkan untuk kita bertemu. Insya allah pekan depan lagi kita jadwalkan. “
Saya coba bernegosiasi.

Allah adalah yang Maha mengatur segala hal bagi kita. Jika kita sudah rencanakan namun ternyata hal itu gagal kita kerjakan.

Artinya Allah punya rencana lain. Tetaplah berhusnuzzan.

Renjana yang semakin hari semakin bertambah, mesti kita tahan sesaat lagi untuk kita lepas pada saat yang tepat.

Alhamdulillah, si Mas bisa memahami bahwa semua rencana Allah adalah yang terbaik.

Barakallah fiik Nak

Semoga Allah selalu menjagamu.

Renjana=Rindu

Tanah Bumbu, 17.02.2020

Rumah Media Grup / Hamni Azmi