Renungan di hari lahir

By. Gina Imawan

pengingat untukku dan dirimu

Daun telah berguguran satu persatu.
Tanpa terasa umurku berkurang setiap waktu.
Semua karena izin-MU, ya Allah…
Hari ini aku kembali menapaki anak tangga hidupku.
Lembaran kisah yang baru.
Sisa jatah umurku dari-MU.

Jika aku dihadiahi umur setahun lagi.
Akankah aku lebih baik dari tahun lalu?
Kucoba merenungi perjalanan hidupku.
Ternyata aku masih banyak berhutang.

Berhutang pada diriku.
Pada ibadah pas-pasanku.
Pada emosi tak terkendaliku.
Pada Al-Qur’an yang jarang kusentuh.

Sujudku masih jauh dari khusyu.
Keinginan duniawiku sering mengalahkan mimpi akhiratku.

Hafalan al-qur’anku masih ditempat yang sama.
Berprasangka buruk pada-MU bila kenyataan tak sesuai rencana ku.

Ya Allah…
Akankah aku bertemu tanggal dan bulan yang sama tahun depan?
Akankah kembali kurasa selaksa emosi manusia tahun depan?
Senang dan sedihnya? Tangis dan tawanya?
Masihkah aku diberi kesempatan itu, ya Allah?

Kesempatan menyebarkan cinta pada sesama?
Kesempatan menumbuhkan semangat bagi semua?
Kesempatan memberi kehangatan lewat sikap dan senyuman?
Kesempatan bersama orang-orang yang kusayang?

Orang-orang yang datang dan pergi dalam hidupku.
Sebagian menorehkan luka.
Sebagian mengisi relung jiwa dengan bahagia.
Sungguh, ya Allah…
Aku mensyukuri semua.
Aku ikhlas menerima.
Sungguh ikhlas.

Ikhlas menerima segala yang kualami dalam hidupku.
Semoga keikhlasanku bisa mendekatkanku pada-MU.
Cinta sejati ku…
Cinta yang takkan pernah meninggalkanku.
Cinta yang memahami sisi tergelap jiwaku.
Pemegang rahasia terdalam hidupku.
Sumber segala jalan keluar masalahku.

google search

Terima kasih untuk semua pembelajaran-MU, ya Allah…
Terima kasih untuk setiap orang yang KAU kirimkan menemani hari-hariku.
Terima kasih untuk memberiku luka dan air mata.
Terima kasih untuk memberiku bahagia dan tawa.
Terima kasih untuk memberiku teman-teman serupa bulan, bintang, matahari, angin dan hujan.
Mungkin juga badai.
Terima kasih untuk setiap hela nafas, setiap detak jantung, setiap desir darah.
Sungguh terima kasih.

Ya Allah…
Tetes air mataku tanda kelemahanku.
Rasa sedih yang mendalam tanda penyesalanku.
Astaghfirullahal adziiim…

Ya Allah…
Izinkan aku bertemu tanggal dan bulan yang sama tahun depan.
Izinkan aku ikhlas memohon ampun atas segala dosaku.
Izinkan aku ikhlas menambah makna ibadahku.
Berkahilah hidupku, ya Rahman…
Berkahilah umurku, ya Rahim…
Bahagiakan aku di dunia dan akhirat.
Kirimkan padaku orang-orang yang mencintaiku karena-MU.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil
Ni’mal Maula wa ni’mannasiir

Cirebon, 2019