REZEKI MALAM BUTA

Rezeki Malam Buta

Alunan gitar memanggil para lalu-lalang
Berharap tamu di malam buta
Senar gitar itu masih setia melayani jamahan jari
Ya jari-jari tak kenal lelah menari dengan genit

Dingin makin menusuk
Begitulah kau kan rasakan bila menghampiri kota indah di bawah Ciremai
Gunung tergagah di Pasundan yang selalu ramah menyapa
Kau kan rasakan tulangmu membeku di larutnya malam

Jeritan gitar masih saja memanggil
Berharap mampir para lalu-lalang
Hanya satu atau dua pemberi rezeki yang singgah
Rezeki yang diantarnya dari Sang Mahapemberi

Lengkingan gitar itu bukanlah pemanggil rezeki dari-Nya
Genitnya jari menyentuh senar bukan pula caranya mengais rezeki
Itu hanyalah laku membuang kebosanannya
Itulah laku menemani kesepiannya

Aku masih duduk setia menikmati jahe hangat yang mengguyur kerongkonganku
Hangatnya.mampu mengusir dinginnya malam pekat
Ia begitu ramah menyapa para pengantar rezeki
Ia begitu sabar melayani para lalu-lalang di pekatnya malam

Begitulah para pencari rezeki di malam buta
Rezeki yang ia dapatkan di ujung hari
Di mana esok hampir menyapa
Rezeki dari-Nya di malam buta.

Kuningan, 16 Juni 2021

rumahmediagrup/ saiful amri