Rumah Cinta

Rumah Cinta

Hari Sabtu adalah penghujung hari dalam satu pekan. Banyak sekolah dan perkantoran libur di hari Sabtu dan Minggu. Meski sebagian tetap aktif bekerja, terutama bagi pekerja swasta atau para pengusaha. Mereka justru lebih sibuk di akhir pekan.

Bagi pekerja yang libur, akhir pekan adalah waktu bersama keluarga. Ada yang mengisi dengan rekreasi, makan bersama, atau mengunjungi kerabat.

Lain halnya para pengusaha, yang biasanya akhir pekan mereka diisi dengan sejumlah kegiatan. Entah bertemu rekan bisnis atau lainnya. Sedang bercengkrama dengan keluarga bisa di hari lainnya.

Bagaimana dengan para ibu yang tidak bekerja di luar rumah?
Mereka setiap harinya melakukan rutinitas yang itu-itu saja, dari mulai membuka mata hingga malam menjelang. Tentu terkadang ada rasa lelah dan jenuh yang kadarnya berbeda pada setiap Ibu.

Fenomena Ibu yang depresi karena kondisi rumah, saat ini sudah bukan rahasia. Hingga langka kita temui para ibu yang betah di rumahnya dengan semua tugas-tugas domestik. Langka kita temui para ibu yang tidak banyak menuntut, mungkin sama langkanya dengan para ayah yang mau ikut serta membantu istrinya saat di rumah.

Jatuh cinta itu mudah, namun membangun dan menjaga cinta tak semudah lisan berkata. Maka banyak yang berguguran dalam membangun rumah cintanya. Perlu keselarasan dan kerelaan dalam memahami dan memaklumi.

Rumah cinta tentu menjadi idaman bagi setiap penghuninya. Apapun bentuk fisik rumah, yang terpenting adalah membangun rumah cinta dalam setiap jiwa. Maka tak perlu mencari bahagia dalam keriuhan pasar yang memesona mata. Tak perlu juga mencari bahagia dalam deburan ombak, atau tingginya pegunungan.

Bangunlah rumah cinta dalam jiwa. Hingga di mana pun kita tinggal, baik rumah tangga dengan pasangan, organisasi, komunitas, atau perusahaan besar kita akan selalu merasa nyaman.

Selamat berakhir pekan. Semoga bahagia lahir batin.

rumahmediagroup/fridaaulia