Rumah Idaman

Terletak di tepi persawahan, dengan hamparan padi yang mulai menguning. Pohon mangga dan rambutan tumbuh di halaman rumah menyatu dengan tanaman bunga yang indah. Rumah dengan jendela yang besar dan kaca bening sehingga terlihat pemandangan yang menyejukkan mata.

Bercengkerama dengan keluarga di halaman rumah, di bawah rindangnya pohon mangga dan rambutan. Semilir angin menambah sejuknya udara siang hari yang mulai terik.

Halaman belakang rumah dipenuhi tanaman sayuran dan terdapat tambak ikan nila. Gemericik air tambak terdengar sampai ke dapur. Pagar bambu tertata apik mengelilingi tanaman sayuran.

***

“Bersyukur atas apa yang kita punya ya Mas,” bisik Dini lirih.

“Assalammualaikum, Din… ,” suara Iwan, suaminya menggagetkan Dini yang tengah ketiduran di tikar lusuh.

Sambil setengah terhuyun Dini berusaha bangun dan menyambut suaminya. Hampir tiga tahun mereka berumahtangga, Iwan dan Dini merantau dari desa ke kota. Iwan bekerja sebagai buruh pabrik, dengan penghasilan yang pas-pasan.

Saat ini mereka tinggal di kontrakkan dengan ukuran 3 X 5 meter. Wajar jika Dini mendambakan rumah yang ia inginkan. Namun sepertinya masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk mewujudkannya.

“Mas saat tertidur tadi aku mimpi tentang rumah idaman kita, nyaman banget Mas. Seandainya bisa menjadi kenyataan …” terang Dini.

“Sabar ya Din, Insya Allah,” balas Iwan singkat.

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar