Rumah Tangga Romantis itu…

::Rumah Tangga Romantis itu…::

Tahukah kita Rumah tangga paling romantis yang pernah ada?

Bukan dalam megahnya sebuah istana, bukan pula karena berlimpahnya materi.
Siapapun yang membaca kisahnya akan terpesona haru.

Bisakah kita meneladani sosok manusia paling sempurna akhlaknya?

Ya, dialah Baginda Nabi. Betapa sosoknya sangat layak dijadikan teladan hidup. Bukan hanya sebagai pemimpin umat, tetapi sosoknya sebagai pemimpin dalam rumah tangganya.

Kisah kehidupannya dengan Sayyidatina Aisyah yang sangat romantis dan mengetarkan hati. Bagaimana Baginda memperlakukan istrinya yang terpaut usia sangat jauh hingga menimbulkan kecemburuan di antara istri-istrinya yang lain.

Dalam suatu riwayat dikisahkan, “takkala Baginda pulang dan hari sudah larut, beliau tidak ingin membangunkan Aisyah, maka tidurlah Baginda di depan pintu. Namun siapa nyana, ternyata Aisyah pun tertidur di balik pintu karena menunggu Baginda pulang.”

Baginda pun tak segan untuk memuji sosok Aisyah dengan sebutan “Humaira” (yang wajahnya kemerah-merahan). Nabi pun dengan rela menjahit pakaiannya yang sobek, padahal beliau bisa saja meminta salah satu istrinya untuk menjahitkan.

Sungguh, jika sedikit saja dari keteladanan beliau diduplikasi oleh semua makhluk yang bergelar suami, niscaya tak akan ada kisah lara dari para wanita. Namun inilah dunia, yang Tuhan hamparkan di dalamnya berbagai macam polah tingkah manusia. Agar manusia belajar dari semua figur yang ada.

Tuhan perlihatkan sosok Fir’aun dan Namrud sebagai manusia sombong dan mengaku diri sebagai Tuhan. Kita pun sangat mengenal sosok Abu Lahab dan istrinya yang namanya diabadikan dalam alquran. Sebagai pasangan yang tak patut diteladani.

Semuanya Tuhan perlihatkan agar kita sebagai manusia yang masih hidup di zaman ini dapat mengambil pelajaran dari kehidupan para tokoh-tokoh tersebut.

Ingin menjadi pasangan seperti Fir’aun kah atau Namrud, atau seperti Baginda mulia?

Mungkin kita belumlah dapat menjadi pasangan yang sempurna sebagaimana rumah tangga Baginda Nabi. Namun kita bisa meneladaninya, agar kita yang tak sempurna bisa saling melengkapi. Pasangan seseorang itu tergantung kualitas dirinya. Ia bagaikan cermin kepribadian.

Maka jika ingin pasanganmu baik, hendaknya dirimu menjadi baik terlebih dahulu. Tak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan. Selamat menjadi pasangan yang romantis. Semoga bahagia lahir batin hingga tutup usia.

rumahmediagroup//afafaulia18