Rumah Untukmu

Rumah Untukmu

Temaram mengantar jiwa bersiap menuju peraduan, sementara penghiruk masih berkoar tak kenal lelah. Lontaran tembikar dan beling silih berganti mengusik keanggunan senja. Apa pula yang diteriakkan?

Lihat, periuk nasi tertelungkup menyisakan butiran menempel pada daun pintu dari tripleks yang pernah merasakan tinjuan. Akankah tersisa secuil untuk mengurai lapar?

Jangan harap menemukan secangkir kopi terhidang di sudut beranda, ketika meja berkaki empat harus hilang keseimbangan. Siapa lagi membuatnya pincang?

Pekak badak mematung diri acuh. Bukan karena ingin membalas, hanya meredam hingga ke relung hati. Berapa lama lagi menanti fajar?

Mari sini, kita halau gundah gulana. Usah berlaku bagai anjing terpanggang ekor. Kita duduk dan saling menggenggam, lalu bicara lemah lembut sambil menautkan hati. Percaya saja, ada rumah di dalam sanubari untuk kau kembali damai.

Dgt, Dusun Jatisari

rumahmediagrup/gitalaksmi

2 comments

Comments are closed.