Sahur Pertama Rani

Sahur Pertama Rani

Dua hari lagi bulan Ramadan tiba, jika tanggal 1 Ramadan benar jatuh sesuai dengan yang tertulis di kalender. Rani menatap gamang isi wadah penyimpanan beras keluarganya. Untuk kebutuhan makan besok pun hanya mencukupi setengahnya.

Sebagai seorang pegawai honorer di sebuah perusahaan swasta, Rani termasuk salah satu yang dirumahkan pada masa pandemi Corona. Upah yang biasa didapatkannya untuk menambah pemasukan demi mencukupi kebutuhan keluarga, kini nihil. Satu-satunya sumber penghasilan saat ini adalah dari suaminya yang bekerja sebagai satpam di perumahan dekat dengan tempat tinggal mereka. Gaji sebagai satpam yang masih di bawah UMR, tak mencukupi untuk menutupi kebutuhan keluarga mereka, dengan sepasang bayi dan balita di rumah.

Malam itu suami Rani pergi bekerja. Melewati malam hanya bertiga bersama anak-anaknya, Rani tak dapat tidur dengan tenang. Di saat orang lain sudah memborong aneka kebutuhan sembako di pusat-pusat perbelanjaan untuk mengamankan ketersediaan di rumah masing-masing, keluarga Rani justru sebaliknya. Jangankan mengamankan stok sembako untuk sebulan, untuk makan sahur pertama di bulan Ramadan saja belum tersedia.

Keesokan paginya, saat Rani hendak memasak nasi dari beras yang tersisa, suaminya pulang. Lelaki sederhana itu melangkah tergegas ke dalam rumah dan tersenyum semringah saat menemukan istrinya di dalam dapur. “Ini, Bu. Ada yang ngasih ini tadi, orang di perumahan,” ujarnya sambil menyodorkan sebuah kantong plastik besar.

Rani membuka kantong plastik itu dengan bersemangat, matanya berbinar-binar saat melihat isinya. Ada beras, minyak, kecap, tepung terigu, teh, gula, mi instan, dan sekaleng sarden siap saji. “MasyaAllah, alhamdulillah,” serunya penuh rasa syukur.

Begitulah Allah menjamin rezeki bagi siapapun yang terus berikhtiar, berdoa, bersabar, dan bertawakal pada-Nya. Di mana tak ada lagi tempat bersandar selain iman, pertolongan Allah selalu datang saat dibutuhkan. Bingkisan sembako yang diterima oleh suami Rani, lebih dari cukup untuk santap sahur pertama di bulan Ramadan. Bahkan mencukupi kebutuhan pangan mereka untuk hari-hari ke depannya.


Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran.(HR. Ahmad)

Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)

rumahmediagrup/arsdiani