Sahur Pertama

Sahur Pertama


"Kakek, ayo bangun. Kita sahur yuk"

Suara lirih merdu memanggil
Bangunkan sepasang mata yang masih terkantuk
Belum lama rasanya terpejam

Saat terbuka mata, kulihat senyum manisnya

Si mungil berkerudung putih
Berdiri di samping ranjang
Memegang tangan berkeriput
Binar matanya buatku tersenyum

Kuikuti langkah kecilnya
Menuju sebuah meja besar berwarna coklat muda

Dan aku tertegun penuh gembira

Aneka hidangan menggugah selera
Tersaji tertata rapi
Dikelilingi wajah-wajah penuh senyum

Anak-anakku
Cucu-cucuku
Menyambut hangat hadirku

Ah, betapa senangnya hati
Gembira bercampur sukacita
Malam penuh bahagia

Hingga sebuah suara lirih terdengar
Pelan perlahan nyaring di telinga
Sebelum badanku terguncang hentakan tangan

"Kang, bangun. Makan dulu, sudah waktunya"

Kubuka mata
Dan ....

Terdiam menatap sekelilingku

Wajah-wajah hitam berkeringat
Berbaju kumal tak berparfum
Tersenyum ramah 
Sebelum membuka segenggam nasi bungkus
Sodorkannya padaku

Kemana?

Kemana mereka?
Kemana perginya anak-anakku?
Kemana perginya cucu-cucuku?

Kemana mereka pergi?

Lama terdiam dalam sunyi
Sebelum sebuah tepukan sadarkan lamunan

Ah ....

Ternyata hanya mimpi
Imajinasi penuh harap tanpa balas

Mereka tak pernah peduli
Mereka tak pernah mengingat
Mereka sudah pergi
Tak pernah anggapku ada

Terduduk di satu sudut emperan toko
Perlahan kusantap nasi bungkus yang tersisa
Dalam sepi malam menjelang subuh

Di sahur pertama

Terbersit rindu tak tertahan
Entah kapan akan berjumpa



Solo, akhir April 2020
D3100 18-200 mm
Snapseed







rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy