Sang penyair itu berpulang

::Sang Penyair Itu Berpulang::

Seketika Langit berawan
Saat kubaca sebuah tulisan
Seorang penyair dan sastrawan
Hari ini meninggalkan lukisan

Lukisan wajah teduh nan bersahaja
Saat menggores sebuah kata bermakna
Rangkaian syair memesona sang Raja
Dalam gubahan nan mempesona

Sungguh haru dan biru
Namamu kan kukenang selalu

Selamat jalan Eyang Sapardi….

Depok, 19 Juli 2020
Frida Aulia

***

Pagi ini, dua berita duka hadir. Seorang sahabat dan seorang sastrawan besar negeri ini.

Rasa haru menyelimuti diri. Siapa yang tak kenal dengan sang tokoh. Salah satu penyair dan tokoh sastra kebanggaan tanah air.

Masih terkenang dalam benak, saat kubaca info sayembara menulis puisi sebuku dengan beliau. Karena salah satu pengagumnya, aku memberanikan diri mengirimkan goresan puisiku.

Sungguh tak percaya dan bahagia, saat kubaca dalam daftar puisi terpilih. Ada puisiku di sana. Iringan syukur seraya memuji nama Tuhan terucap. Jika bukan karena kehendakNya, tak mungkin puisiku akan terpilih dari ratusan puisi lainnya.

Selamat jalan Eyang Sapardi. Puisi-puisimu akan selalu menggema. Tak terucap dalam lisan namun tergores dalam lubuk jiwa.

Satu gugur, akan hadir Sapardi lainnya yang mewarnai dunia syair Nusantara. Semoga.

rumahmediagroup//afaf.aulia