Satu Nol Rusak Adonan Sepanci

Selama lockdown ini, kami sekeluarga di rumah saja. Diem bae di rumah. Nggak kemana-mana. Sempat terpikirkan, ah nekad saja ke luar sebentar untuk makan bakso atau jajanan lain.

Sekali lagi pikiran itu terhapuskan dengan kata zona merah, hati-hati wilayah kelurahan kita sudah menjadi zona merah lho. Aduh, nggak jadi deh lebih baik di rumah saja.

Anak-anak di rumah merengek, bunda pengen jajan. Bingung mau beli jajanan apalagi? aku sempatkan untuk membuat cemilan bolu kukus instant yang baru dibeli di toko.

Semua bahan disiapkan, wadah untuk meramu adonanpun telah siap, tanpa memakai mixer lagi. Cukup diaduk dengan sendok besar. Alhamdulillah pikirku tak perlu repot-repot nih membuat bolu.

Saat adonan dicampur, aku berpikir. Ini adonan kenapa cair sekali yaa? Padahal aku sudah melihat ukuran dari kemasannya. Namun kenapa kok encer, salahnya di mana ya?

Kutengok lagi resep di belakang kemasan, kuplototi tulisannya. Astagfirullah, aku baru ngeh kalau ukuran air dan minyak sayur ternyata salah.

Seharusnya air 25ml, dan minyak sayuran 100ml. Dikiranya terbalik ya? Salah, bukan terbalik. Aku campurkan adonan semua dengan ukuran air sebanyak 250ml. Ternyata tambah satu nol dapat merusak segalanya. Gatot deeh…

Teman-teman bisa bayangkan, seperti apakah adonan yang aku buat. Namun karena khawatir mubazir, aku tambahkan terigu dan gula. Lalu langsung deh dikukus.

Alhasil jadilah bolu yang sangat lembut dan lunak. Nggak tega kalau dibilang lembek. Rasanya cukup enaklah, ada manis-manisnya gitu. Ya daripada dibuang. Sayangkan, sudah capek-capek menyempatkan membuat cemilan.

Coba, siapa yang pernah mengalami? Angkat tangannya? Khayalannya tinggi, wah akan berhasil nih masakan karena sesuai dengan resep dan aturan. Namun ternyata hasil tak sesuai ekspektasi.

keep smile, di rompok bae nya… Tong khilaf ngopi.

rumahmediagrup/suratmisupriyadi