SAY NO TO ZINA

SAY NO TO ZINA

Oleh Puji Yuli

Apa yang ada di pikiran kita mendengar kata zina?? Ada yang respon positif maupun ada yang respon negatif. Apalagi pada masa saat ini yang penuh arus budaya hedonis, permisif juga liberalisasi pada aspek kehidupan sosial masyarakat. Dimana, kebebasan perilaku dan kebebasan berekspresi melanda generasi milenial.

Sungguh ironis, kalau kita lihat maraknya perzinahan yang terjadi di negeri ini. Mulai dari prostitusi Online yang terjadi di kalangan artis maupun kalangan generasi milenial. Terlebih lagi adanya LGBT yang perkembangannya semakin meningkat pada saat ini. Selain itu adanya pedofilia yang terjadi di negeri ini yang menimpa generasi muda. Gmana mau maju negeri ini kalau perzinahan semakin meningkat pesat di negeri ini.

Padahal zina itu merupakan salah satu dosa besar bagi umat manusia. Selain itu, zina menimbulkan dampak negatif dan buruk bagi tatanan sosial masyarakat. Dimana, zina itu mengkaburkan garis nasab alias garis keturunan yang penting dalam masalah pernikahan maupun masalah waris. Apalagi LGBT itu bisa menimbulkan penyakit HIV ataupun penyakit AIDS.

Mau dikemanakan pembangunan sumber daya manusia negeri ini kalau di lingkungan masyarakat apalagi generasi milenial terjerumus dalam perilaku zina. Dimana perselingkuhan, prostitusi Online, LGBT dan pedofilia semakin meningkat pesat seiring perkembangan teknologi khususnya media sosial.

Oleh karena itulah, perlu adanya kerja sama antara individu, keluarga, masyarakat dan negara untuk saya no to zina. Hal ini penting dilakukan agar sumber daya manusia negeri ini bisa terhindar dari perilaku zina antara laki-laki dan perempuan maupun LGBT. Ini bisa dilakukan dengan pondasi keimanan dan ketakwaan yaitu menjadikan Islam sebagai way of live. Dimana Islam dijadikan petunjuk dalam menjalani kehidupan ini dengan berdasarkan Alquran. Agar hidup ini berkah dan terhindar dari zina.

Kita harus berani say no to zina.

Puji/rumahmedia