Scroll, Tap, Repeat

Scroll, Tap, Repeat

(Ira Sophia)

Sebuah cerita pendek, hasil pelatihan Sehari Bisa Menulis Buku bersama Rumedia Grup, oleh Ira Sophia.

Waktu menunjukkan pukul 23.37 malam itu. Sandra masih memegang ponselnya erat, sambil jempolnya bergerak lihai mengusap layar smart phone-nya ke atas dan ke bawah. Posisi duduknya masih sama seperti saat dua jam yang lalu, mepet ke pojok sofa dengan kaki bersila, kadang selonjoran juga kalau sudah mulai terasa pegal. Berkali-kali telunjuknya memperbaiki posisi kacamatanya yang kerap merosot. Sesekali keluar gumaman, “Aaah …” atau “Hmmm …” lalu jempolnya kembali mengusap layarnya ke atas dan ke bawah.

Seratus tiga puluh tujuh text messages di aplikasi Whatsapp-nya tidak dilirik sekalipun. Pop-up notification berisi pesan singkat di sisi atas layar ponselnya tidak membuatnya tergoda untuk membaca. Jempolnya masih scrolling ke atas dan ke bawah, memilah-milih barang yang sama, hanya berbeda penjual dan harga, melalui aplikasi belanja onlinenya.

Lima menit kemudian, Sandra akhirnya meletakkan ponselnya, lalu berlari kecil menuju toilet untuk buang air kecil. Kemudian menekan tombol flush, lalu segera mencuci tangannya, dan kembali meraih ponsel. Ooppss! Kali ini ponselnya bergetar, terbaca nama Emma di layarnya.

“Haishhh! Not now, please!” tetapi tetap sambil memasangkan earbud ke telinganya.

“Em …” sapanya datar.

“San … lagi ngapain?” saudari kembarnya itu balas menyapa.

“Em, kinda in the middle of something now. Is it a matter of life and death?” jawabnya ketus, merasa terganggu.

Nothing, Sis. Iseng aja. Lagi ngapain, sih?” tanyanya penasaran. They share identical genes but totally opposite characteristics. Sandra is calm and solitary, while Emma is bubbly and energetic.

“Em, kamu tau enggak sekarang tanggal berapa?” Sandra bertanya sambil jempolnya scrolling layar ponselnya, kali ini dilanjutkan dengan tap tombol hijau bergambar troli belanja.

Wait, let me check my calendar. Hm … tiga April. Ada apa memangnya?” Emma bertanya.

What time is it now in Jakarta?” Sandra kembali bertanya.

“Kalau tidak salah, sekitar jam 11 lewat, ya? Ada apa memangnya?” Emma menjawab gemas. What has that anything to do with all of this? Emma bertanya-tanya dalam hati.

“Arghh! Seriously?” Sandra berkata geram.

Yes, seriously! Aku benar-benar enggak ngerti maksud kamu, San!” Emma mulai kesal. Kenapa, sih, segalanya harus selalu teka-teki dengan saudari satu-satunya ini.

“Owh! Sorry, not you, Em,” jawabnya kembali tenang, sambil jempolnya scrolling layar ponselnya, slide ke samping, lalu kembali ke page sebelumnya, dan scrolling lagi. Setelah jeda beberapa saat, Sandra menambahkan.

My dear, Emma. As much as I want to hear about your day today, I’m on a very tight deadline at the moment. Can’t talk, won’t hear. Call me again after midnight.”

“San, aku benar-benar bosan di sini. Sudah mulai Winter dan semua cafe tutup lebih awal.”

Emma tidak menggubris kata-kata Sandra. Michigan sungguh menggila di kala musim dingin. Hanya dua semester lagi hingga selesai program doktoralnya, lalu Emma bisa kembali pulang ke tanah air dan bebas mengganggu saudari kembarnya itu. Tapi untuk saat ini, bisa mengganggu lewat telpon saja, sudah sangat menghiburnya.

Sepi sejenak, lalu Sandra menjawab, “Can’t talk, won’t hear. Call me again after midnight.”

Dengan nada datar tetapi serius, Sandra bertanya sambil jempolnya scrolling layar ponselnya, kali ini dilanjutkan dengan tap tombol hijau bergambar troli belanja.

Emma tidak peduli dan terus bercerita tentang hari-harinya. Tentang profesor genit yang pelit nilai. Tentang betapa saltumnya ia saat menghadiri pesta di asramanya. Emma terlahir lebih dulu sebelum Sandra, technically she’s older than Sandra by 10 minutes. Tetapi karakternya lebih kekanak-kanakan dibanding Sandra yang lebih tenang dan wise. Konon katanya, anak kembar itu, justru kakaklah yang terlahir belakangan, karena ia memberikan jalan untuk adiknya duluan keluar, Sehingga yang lebih tepat menjadi kakak itu memang Sandra.

Di tengah-tengah ocehan Emma, tiba-tiba Sandra bergumam, “Oh no … it’s out of stock!” sambil jempolnya scrolling layar ponselnya, slide ke samping, lalu kembali ke page sebelumnya, dan scrolling lagi.

Itulah saat ketika Emma menyadari sesuatu dan segera berkata lantang, “OMG! You’re on Mega Flash Sale on Shoppee! I should have known!”

Yes, I am. Now hang up!” balas Sandra, sambil jempolnya scrolling layar ponselnya, slide ke samping, lalu kembali ke page sebelumnya, dan scrolling lagi.

“Hahaha! Fine, will call you back later! Please pick up. Nite, Sis! Love you!” akhirnya Emma menutup telpon.

Nite, Babe! Love you, too!” Sandra menjawab lega. Akhirnya ia bisa kembali fokus dengan aplikasi belanja onlinenya, memilih-milih barang menjelang diskon 04 04.

Scroll, Tap, Repeat.

(Tamat)

(Foto: Dokumentasi pribadi)