Sebatas Mimpi

Sebatas mimpi

Turun gelap di ujung senja, samar silau menyipitkan kelopak mata. Telapak tangan ikut menghalau sinar membentuk bayangan di wajah. Gelisah terpaku tanya, ada apa gerangan?

Cahaya menghilang, berganti temaram membawa kesejukan. Terpana melihat senyum damai menghias wajahnya. Lalu menyapa, “As-salamu’alaikum.”

Suara merdu, mendengarnya membuncah sukacita, sampai berdetik kemudian baru kujawab, “Wa’alaikumus-salam.”

Langkah ringan membawa dirinya mendekat, menjulurkan tangannya. Segera meraih dan kucium takzim. Berpuas diri menyalurkan rindu mencari pandangan mata teduh miliknya.

Getaran pada pita suara mengalun lagu cinta. “Butuh berapa lama kabung itu terselip di kepalamu? Tahukah kamu, kebahagiaan telah menyelimuti wujudku. Berjuta pengharapan menghantar ke haribaan Illahi. Menyertai perjalanan menghadap Sang Pemilik Semesta.”

“Jangan lagi berurai duka. Sungguh kematian ini adalah satu hal yang pasti. Jaraknya sungguh dekat. Hapus sedihmu, hadiahi saja aku cahaya agar terang menemani masa hingga nanti kita dipertemukan kembali.”

“Bersiaplah, perbaiki diri, dunia tak perlu kau kejar jika tak ingat pada akhirat. Sertakan ibadah dalam setiap tingkah laku. Kumpulkan sebanyak mungkin amalmu agar tak sulit jika nanti kau kujemput.”

Hening, usapan lembut di puncak kepalaku menyadarkan bahwa kau hadir, walau sebatas mimpi.

……

Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun…
H. Asep Kusmana Bin H. Ade Sachrawi Masdoeki
Allaahummaghfirlahuu warhamhu waafihi wafuanhu.

rumahmediagrup/gitalaksmi