Sekilas tentang Haiku

Sekilas tentang Haiku

Haiku adalah puisi  tiga baris tak berjudul yang berasal dari Jepang, bertema seputar alam dan kehidupan dengan menggunakan ungkapan (metonimia) sederhana namun memiliki kedalaman filosofis dan dramatis. Haiku menganalogikan keindahan alam dalam mengekspresikan jiwa menjadi suatu pemikiran yang dalam (zen).  Haiku berpola 5-7-5 yang berarti  baris pertama terdiri dari 5 (lima) suku kata (silaba/sukat), baris kedua terdiri dari 7 (tujuh) suku kata, dan baris ketiga terdiri dari 5 (lima) suku kata. Haiku ini berbicara tentang musim dan waktu yang lebih dikenal dengan istilah kigo. Haiku juga harus berkireji (cutting) dalam bahasa.

Spiritual Zen (Karakter Type) haiku:

  1. Selflessness, tidak berkaitan sama sekali dengan ambisi manusia, untung atau rugi. Elementspiritual dalam dirilah yang paling penting.
  2. Loneliness, perasaan tidak memiliki apapun sehingga jiwa sang penulis harus bersatu dengan alam.
  3. Grateful Acceptance, manusia haruslah berterima kasih kepada Tuhan untuk apapun dalam kehidupan
  4. Wordlessness, mengungkapkan sesuatu dengan tidak menggunakan banyak kata-kata. Menggunakan kata-kata yang berlebihan hanya akan menghalami jiwa dari kebebasan dan sifat alamiah.
  5. Non-Intellectuality, Susunan yang logis dari baris satu dengan baris yang lainnya biasanya dihilangkan. Haiku menghindari objektivitas dari ilmu yang logis.
  6. Simplicity,  sama artinya dengan diam atau hening. Keheningan yang lebih mendalam dibandingkan berbicara. Suasana hening dan syahdu ini akan membawa kepada suasana spiritual yang intim. Jangan pernah menggunakan kata-kata yang abstrak.
  7. Freedom, kebebasan bukanlah mengerjakan apa yang disukai, tetapi menyukai apa yang dikerjakan. Hal-hal terseut akan terlihat lebih menark dan berarti.
  8. Non-Morality, tidak ada benar atau salah di dalam haiku. Haiku ditulis secara alamiah, di alam bawah sadar, dan sebebas anak kecil yang dapat melakukan apapun.

#haiku_sinur

rumahmediagrup/sinur