Selamat Hari Guru

Menjadi guru merupakan cita-cita sejak kecil. Padahal tidak banyak orang mempunyai keinginan menjadi guru. Apalagi dengan kisah “Umar Bakri Pegawai Negeri”. Sederhana dan penuh dengan kesedihan. Namun, tidak sampai larut aku meresapi kisah Umar Bakri. Aku bangga menjadi seorang guru dan bersyukur Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk terjun ke dunia pendidikan.
*
Tertarik menjadi guru, berawal dari melihat sosok yang diidolakan sejak aku duduk di bangku sekolah dasar. Aku melihat beliau, seorang guru yang pantang menyerah. Mengajarkan kami dari tidak tahu menjadi tahu. Dari tidak bisa menjadi bisa. Huruf per huruf diajarkannya. Hingga menjadi pandai membaca, menulis, dan berhitung.
*
Sungguh sosok panutan.
Berkat gurulah lahir presiden, pemimpin negara.
Berkat gurulah tercipta dokter yang pintar.
Berkat gurulah lahir insinyur yang masyhur.
Berkat gurulah banyak penulis yang laris.
*
Menjadi guru adalah cita-citaku. Namun, menjadi guru daring tak terbayangkan sedikit pun. Mau tidak mau harus dilakukan, baik luring maupun daring. Peran guru bukan hanya mengajar, menuangkan semua yang ada dalam buku. Jika hanya mengajarkan atau menyampaikan ilmu dalam buku. Mbah Google lebih jago dan pintar. Apalagi di masa pandemik ini, mbah Google lebih diminati daripada seorang guru.
*
Namun, ada yang tidak mampu dilakukan mbah Google. Sentuhan semangat dan kasih sayang. Belaian lembut guru, memberikan nasihat dan akhlak yang baik. Lebih dari itu, ada ruh yang harus diperhatikan antara kedekatan siswa dengan gurunya. Sungguh berbeda yang dirasakan ketika bertatapan langsung dengan tatap maya, hanya bersua dalam zoom atau video call. Tidak ada ruh yang menyatu antara kami. Lambaian tangan mengisyaratkan rindu, kami ingin berjumpa.
*
5 Oktober 2020
Ada apa dengan tanggal itu?
Tidak ingat dengan tanggal itu?

Tiba-tiba gawaiku berbunyi ada pesan masuk, dengan cepat kuambil dan langsung dibaca. “Assalamualaikum warahmatullah Ustazah🙏🏻 🥰Happy teacher day Ustazah Suratmi🥰💐Alhamdulillah Vinka bisa bertemu dan diajari oleh Ustazah, terima kasih banyak Ustazah sudah mau memberikan ilmu yang sangat-sangat bermanfaat buat Vinka dan mau bersabar banget mengajari Vinka.🥺❤️❤️maaf kalau Vinka sudah bikin Ustazah marah ataupun kesal ya Ustazah🥺❤️Vinka sayang banget sama Ustazah”🥺🥺❤️❤️

Otomatis meleleh, ada rasa sejuk menghampiri kalbu yang sudah lama mengering. Perpisahan raga sungguh menyakitkan, lebih menyakitkan jika jiwa sudah berangsur terpisah. Sudah tak ada kedekatan antarsiswa dan guru. Perkataan dan nasihat guru sudah mulai tak diindahkan lagi, sedih rasanya ketika berjauhan dan keadaanlah yang membuat seperti ini.

Berbeda dengan tahun lalu ketika kita masih bisa mengekspresikan rasa kasih dan sayang. Gencar ucapan selamat dan bahagia terlontar dari para siswa. Kejutan hangat hingga membuat kesal para guru, mereka niatkan untuk memberikan ucapan terima kasih dan kasih sayang. Sebenarnya bukan pengakuan dari manusia yang diharapkan, karena menjadi guru diniatkan mengharap rida Allah swt.

*
Jadi teringat setahun yang lalu, malam-malam hadir siswa kelas xii. Dua kelas ke rumah hanya sekadar mengucapkan selamat hari guru. Ucapan itu ringan, tapi efeknya sangat kuat. Luar biasa kenangan itu dan tak mudah dilupakan. Mereka hadir dan menyanyikan lagu terima kasihku.

Lirik Lagu Terima Kasihku

Terima Kasihku Ku Ucapkan

Pada Guruku Yang Tulus

Ilmu Yang Berguna Slalu Di Limpahkan

Untuk Bekalku Nanti

Setiap Hariku Di Bimbingnya

Agar Tumbuhlah Bakatku

Kan Ku Ingat Slalu Nasihat Guruku

Trima Kasihku ucapkan

karya Sri Widodo sumber padamu.net

Di masa pandemik ini, sungguh lain yang dirasakan. Kami tak bertatap wajah, tidak saling berjabat tangan. Namun, tidak menyurutkan semangat untuk mengucapkan selamat buat guru-guru. Semoga pahala mengalir terus dari ilmu yang telah diberikan dan bermanfaat untuk semua siswamu.

Selamat hari guru, untuk guru-guru hebat dan jua untukku. Jangan bosan untuk mendidik mereka menjadi generasi Rabbani. Generasi yang cinta Alquran dan menjalani sunahnya.
Terselip doa dalam hati, semoga pandemik ini segera berlalu. Kami sudah rindu ingin bertemu.

rumahmediagrup/suratmihamasah