Selamat Pagi, Manisku

 Selamat Pagi, Manisku
 

Apa kabarmu di fajar yang indah ini ?
Seutas senyum menghias bibir mungil
Jadi jawaban sederhana sapaku
 
Betapa segarnya udara pagi ini
Sesegar melihatmu tertawa kecil
Ketika kusentuh ujung hidung mancung
Tergelitik buatmu pejamkan mata
 
Lihatlah, apa yang kubawa dalam genggaman
Seikat bunga tulip putih bersih
Mereka baru saja mekar, sayang
 
Cobalah
Hirup wangi semerbaknya
Sentuh kulit lembutnya
Rasakan belaiannya
 
Kau suka ?
 
Kubawakan teristimewa untukmu
 
Dia adalah kesukaanmu
Dia sepertimu
Putih, wangi, penuh kehangatan
 
Oh hampir saja kulupa
Bagaimana kabar jagoan kecil Ayah ?
 
Si putri kecil belahan jiwa
Cinta mungil ayah
Yang selalu kurindu kemanapun melangkah
 
Mendekatlah, puspa hati
 
Lihat, apa yang ayah bawa untukmu
Seikat tulip merah kesayanganmu
Ada salam dari sang petani bunga
Titip kecup sayang untukmu, dia berkata
 
Ah, senangnya hati ini
Berjumpa pagi berteman dua bidadari cantik
Aku bagaikan berada di surga terindah
Begitu tenang, hangat, nyaman
Tak ingin kulewatkan saat tak ternilai ini
 
Tak terasa waktu mengalir
Semua terasa begitu cepat berlalu
Hingga waktu berpisah tiba
 
Sabar, sayang
Aku hanya pergi sejenak
Esok pagi pasti kita berjumpa lagi
 
Dan untuk putri kecilku
Ayah titip bunda
Jangan buat ia menangis
Jadilah putri yang manis
 
Tiba waktu 'tuk melangkah pergi
Lambaian tanda perpisahan seiring tatap cinta
Tunggulah aku kembali, bidadariku
 
Dan aku tinggalkan dua nisan putih itu
Membawa segenap rindu
 
Bandung Barat, awal September 2019
 
#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day4
#RNB48



rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy