SEMUA AKAN BERUBAH

Semua Akan Berubah

Kita, di bumi itu cuma magang untuk bisa kembali ke tempat yang sebenarnya. Ada yang nyadar, ada juga yang gk nyadar. Bagi yang gak nyadar, energi yang dia punya hanya akan dihabiskan buat memoles dunia biar makin cantik. Padahal semua pasti akan berubah, siapapun tahu itu. Berputar, beranjak datang dan pergi, dari tidak ada menjadi ada, dari ada menjadi tidak ada, dan awalnya tersenyum kemudian menjadi tetesan air mata. Tidak ada selamanya hening seperti air yang terkurung di rawa, tak mengalir, tak beriak, dan tak bergelombang.

Perjalanan juga kian terus berubah, seperti waktu yang terus berganti. Terkadang kita begitu bersemangat menjalaninya, terkadang juga jatuh pada titik yang paling rendah, ini bukan lagi perihal rahasia. Bagaimana agar tetap bertahan dengan gelombang yang begitu tinggi, angin yang begitu kencang, hujan yang begitu deras, dan malam yang begitu gelap. Namun yang jadi masalahnya adalah bagaimana cara menghadapi betapa dinamisnya hidup, apakah akan menghabiskanya untuk hal yang sia-sia atau melabuhkanya pada sesuatu yang kokoh dan tak akan pernah berubah, yaitu kepada Al-Khaliq

Setiap kita bisa berbeda menghadapinya, tergantung standar yang digunakan ketika menghadapi segala riak. Kita, Allah beri kebebasan untuk memilih langkah, Allah beri kita kesempatan tentang apapun. Kita bebas menentukan pilihan, setinggi-tingginya cita-cita, seluas-luasnya harapan,  dan sebanyak-banyaknya keinginan. Semua itu boleh asalkan tetap pada rambu-rambu yang telah ditetapkan-Nya. Menentukan sesuatu bukan berdasarkan hawa nafsu, memilih bukan karena manfaat semata dan meninggalkan sesuatu bukan hanya ia tak berarti menurut akal. Berbuatnya seorang muslim karena standar memilih bukan suka atau tidak suka tapi ridhonya Allah. Selama yang kamu lakukan karena lillah maka illah mu lah yang akan menolong mu.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu,dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

rumahmediagrup/firafaradillah