Senjaku

Senjaku

Senjaku memerah
Ketika angin dingin berhembus sepoi-sepoi
Tak satu pun ranting patah bicara
Hanya lambaian dari kejauhan
Dan sesungging senyuman
Mesra…

Senjaku mulai menyapa dedaunan
Bersama senandung burung
Satu per satu
Pulang ke kandang
Tak ingin gelap menerkam
Tak mau pekat menggenggam

Senjaku mulai tenggelam
Perlahan
Bacakan do’a dan pujian
Ketika ikhtiar usai ditunaikan
Menjemput impian
Seharian

Senjaku yang damai
Padukan impian dan kenyataan.

EN, 06062020