SENYUM MELATI KECILKU

Senyum Melati Kecilku

Memiliki seorang anak perempuan adalah salah satu jalan untuk menuju surgaNya. Maka jangan sia- siakan amanah itu. Amanah terindah yang akan membawa pada kebahagiaan abadi.

***

Lirih terdengar Isak tangisnya. Aku yang terlelap sebentar karena raga ini sudah tak mampu menahan lelah seharian bekerja. Terbangun, seperti layaknya orang yang teringat tertinggal sesuatu. Kuhampiri melati kecilku.

Tanpa tanya, kudekap erat dalam pelukanku. Gadis remaja ayu yang tak pernah banyak menyusahkan orangtua. Takkan terisak sampai terguncang seperti ini jika tak ada yang melukai hatinya.

Putriku, sejatinya ayahmu menjadi cinta pertama untukmu. Sejatinya ayahmu menjadi sahabat dalam masa remajamu. Sejatinya ayahmu menjadi pelindung tanpa harus menyakiti.

Acapkali hubungannya dengan sang ayah tidak seharmonis dalam cerita fiksi. Saat semua membaik, selalu saja ada hal yang meruntuhkan kembali. Hubungan keduanya tidak dekat seperti ayah dan anak perempuannya.

Ada yang salah dalam diri sang ayah. Kasih sayang pada putrinya tak terekspresikan dengan baik. Ada komunikasi yang tidak selesai. Namun tetap kujaga rasa putriku untuk tetap menghargai pada orang yang dipanggilnya dengan sebutan ayah.

Tuhan, semua dalam kuasamu. Tugasku untuk menjaga amanahmu. Setiap lukanya menjadi lukaku. Harus kusembuhkan sebelum menjadi karat yang menggerogoti.

Melati kecilku selalu diam dalam rasa tak pernah dimiliki. Ada ingin yang tak pernah terpenuhi. Candapun menjadi kaku. Bayangannya tentang sosok ayah kebanggaan tak pernah dimiliki.

Raga sang ayah masih ada didekatnya. Hati sang ayah masih menyayanginya, namun tak pernah sampai pada hati putrinya. Hanya kekakuan yang terlihat diantara keduanya.

Ibu masih ada disini. Jika tak kau dapatkan hangat itu dari ayahmu. Ibu masih disini untuk memelukmu. Hapus lukamu Nak. Jangan berlarut kebencian itu.

Kebencian yang akan merugikan dirimu sendiri. Mungkin ayahmu tak mengerti , tak sadar telah menyakitimu. Ibu masih disini untuk sembuhkan lukamu.

Menguatlah melati kecilku. Tersenyumlah untuk selalu menjaga ceriamu. Tuhan akan memberitakan kabar gembira atas kesabaranmu.

Redakan Isak tangismu dalam pelukanku. Tidurlah untuk melepas lelahmu. Ibu menjagamu disini. Sampai waktu yang telah Dia tentukan.

Harapku, engkau takan layu melati kecilku. Hidup akan Menguatkanmu, harummu akan selalu mengisi ruang hatiku sebagai ibumu.

rumahmediagrup/anisahsaleh

One comment

Comments are closed.