Sepeda Usang

Sepeda Usang

Sepeda tua itu masih ada di tempatnya. Hanya sesekali dipakai Kakak untuk berkeliling. Sekedar mengenang yang telah hilang. Menikmati setiap memori yang terlintas.

Sekilas sepeda itu terlihat sama seperti lainnya. Malah mungkin inilah yang paling usang. Bagaimana tidak, sudah puluhan tahun menemani Bapak ke sawah setiap hari.

Kadang juga dipakai berkeliling ke area kebun. Sekedar ingin memastikan, jika semua tanaman telah tumbuh semestinya.

Bapak, laki-laki berkulit sawo matang, adalah seorang pekerja keras. Lengannya kekar. Tubuhnya gempal. Sekilas terlihat sangar, namun hatinya lembut. Tak pernah sekalipun kami mendengar cercaan keluar dari mulutnya. Meski guratan lelah mendera, senyum selalu menghiasi wajahnya. Bapak mengajarkan dengan baik, bagaimana seharusnya laki-laki mampu menaklukkan takdirnya.

Sepeda ini juga menjadi saksi setiap peluh keringat Bapak. Semua kerja kerasnya demi pemenuhan nafkah keluarga.

Tanpa sadar, buliran bening mengalir dari netraku. Kakak menepuk punggungku, mengisyaratkan agar aku tegar sepeninggal Bapak.

Ibu memeluk dan mengajakku duduk.

“Bapak mungkin telah pergi meninggalkan dunia ini. Tapi selama kita mengenangnya di dalam hati, bapak akan selalu hadir di tengah-tengah kita … “ucap Ibu dengan lirih.

Kulihat ketegaran terpancar di wajahnya.

“Kau lihat sepeda itu? Semua orang bilang, itu hanya sepeda usang. Sepeda tua yang mulai berkarat. Namun tidak bagi ibu. Sepeda itu layaknya simbol kesetiaan, cinta, dan kepasrahan menerima takdir. Kamu juga harus bisa ikhlas. Biarkan bapakmu tenang di alam sana!”lanjutnya sambil mengusap kepalaku.

Aku terdiam. Membiarkan kepalaku terbenam dalam pangkuan ibu. Hatiku lebih damai sekarang. Seolah ada beban berat yang sirna.

Ibu benar. Mungkin aku sudah tidak bisa melihat bapak lagi. Tapi selama kenangan tersimpan rapi di hati, aku bisa memutarnya kapan saja di benakku.

Benda yang usang bukan berarti sudah tak layak pakai. Justru karena berharga, maka tetap disimpan. Agar menjadi pengingat setiap jejak yang telah tertinggal.

rumahmediagrup/siskahamira

One comment

Comments are closed.