Serba-serbi Muamalah Online

Serba-Serbi Muamalah Online

Berinteraksi dengan orang lain, baik secara langsung maupun online, kita tetap harus mengedepankan adab. Saling menjaga tutur kata dan sikap dalam bermuamalah.

Menjaga etika dan sopan santun meski hanya kenal secara online. Tidak berinteraksi langsung, namun kedekatan emosional bisa terjalin karena seringnya berinteraksi. Apalagi kaum emak-emak yang butuh eksistensi diri untuk tempat sharing-sharing, hehehe.

Banyak juga yang pada akhirnya kedekatan dalam dunia maya berlanjut dalam kehidupan nyata. Istilahnya kopdar atau ketemuan. Saling sharing tentang bisnis, tentang anak, dan macam-macam lainnya.

Banyak cara dipilih sebagai metode penjualan secara online.

Ada pedagang yang suka promosi secara langsung, ada yang suka promosi dengan bercerita dulu.

Ada juga yang suka mencantumkan harganya, ada yang tidak. Harga diinfokan jika ada calon pembeli yang bertanya.

Ada yang sering upload testimoni, ada juga yang jarang. Tidak mesti jarang info testimoni, pembelinya pasti sedikit. Bisa jadi ada penjual yang hanya share testimoni jika ditanyakan, dengan alasan agar tidak ujub.

Anyway, apapun alasannya, semua pedagang memiliki konsep berjualan masing-masing. Caranya beda, namun muaranya sama, ingin dapat untung.

Dalam berdagang, selalu ada pasang surutnya. Ada masanya laris manis. Ada juga waktunya sepi pembeli.

Lalu bagaimana menyikapinya?

Hal terbaik adalah tetap belajar menggantungkan harapan hanya kepada Allah. Belajar husnuzan.

Saat sepi pembeli, kita punya banyak waktu untuk upgrade diri dan upgrade ilmu. Dan ketika ramai pembeli, Insyaa Allah sudah lebih cekatan menghandle customer.

Mulai menanamkan dalam diri, bukan lagi menjadi pedagang yang hanya orientasi untung. Tapi menjadi pedagang yang orientasinya berkah. Insyaa Allah yang namanya berkah, meskipun tidak banyak, tapi mencukupi semuanya.

Bila kita mampu memperbaiki hubungan dengan Allah, orangtua, dan kerabat maupun teman sejawat, Insyaa Allah kran-kran rezeki akan mengalir deras. Dari posting-posting berujung closing-closing.

Saat Allah rida dengan perniagaan kita, maka bisnis kita akan dilimpahi banyak kemudahan. Sukses butuh proses. Jadi nikmati semua jalannya, dan bersiaplah menanti keberhasilan datang menyapa.

Barakallahu fiikum

rumahmediagrup/siskahamira

One comment

Comments are closed.