Berdiri Dengan Tegar

Sudah beberapa waktu dilewati dengan penuh ketegaran. Sesekali kabar yang membuat syok siapapun akan datang, mencoba untuk bisa menguatkan hati.

Handphone tiba-tiba berbunyi. Bu Retty yang tengah lelap ditidur siangnya langsung terbangun. Sedikit memaksakan menuju handphonenya yang berbunyi. Di ujung laci kecil, samping tempat tidur utama.

Sorot mata yang masih sayu akibat terbangunkan dari tidurnya, merasakan aneh. Dilihatnya layar handphone, dengan nomor masuk tak dikenal.

Dengan sedikit ragu, namun akhirnya Bu Retty-pun segera mengangkat handphone, dengan maksud menerima panggilan dari seseorang disana, yang entah siapa.

Halo, ini siapa ya?” Ibu Retty memulai percakapan. Dengan benak yang penuh pertanyaan

“Maaf bu, saya dari pihak kepolisian, mau mengabarkan, jika anak Ibu saat ini telah berada di Kantor Polisi, untuk dilakukan penyidikan berkaitan dengan narkoba.”

Astaghfirullah, hampir saja Ibu Retty pingsan. Namun dengan sisa-sisa kekuatan yang ada, Bu Retty kelihatan sangat gugup dan hampir tidak percaya.

Tidak mungkin anaknya Bayu menggunakan obat-obatan terlarang itu. Dengan saran si penelepon untuk menunggu berita selanjutnya, Ibu Retty menutup teleponnya.

Tiba-tiba Bu Retty panik tidak kepalang. Berlari keluar kamar sambil teriak-teriak memanggil suaminya, agar cepat mendatanginya.

Hal ini sungguh membuat hati siapapun merasakan hancur. Mengingat Bayu anak yang baik dan penurut kepada orangtuanya. Jadi sangat mustahil anaknya bisa berbuat senista itu.

Setelah Bu Retty menjelaskan pada suaminya dengan terbata-bata. Dengan tenang suaminya Bu Retty berkata,
“Tenang sebentar, aku sebaiknya hubungi Bayu sekarang.” Gumam ayahnya Bayu

Tidak ada seorangpun yang berpikiran jernih ketika sedang panik. Saat itulah ayah Bayu merasa harus bertindak cepat.

Setelah menelepon Bayu, barulah sadar. Kalah ternyata istrinya telah tertipu daya orang iseng yang berniat jahat.

Dengan penuh senyum, ayah Bayu menyampaikan kepada Bu Retty istrinya itu, bahwa kondisi Bayu baik-baik saja. Dia ada di Rumah Kosannya. Sedang sibuk mengerjakan tugas semester akhirnya.

Dari situ barulah Bu Retty merasakan tenang yang teramat sangat. Ternyata penelepon gelap tadi, berniat untuk menipunya. Untung ayahnya Bayu segera melakukan klarifikasi dengan langsung menanyakan hal itu terhadap Bayu.

Akhirnya semua bisa dikendalikan. Maka dari itu berusahalah dengan pikiran tenang dalam menghadapi sebuah permasalahan yang bisa tiba-tiba saja datang.

#Fiksi
Rumah Media Kita / Allys Setia Mulyati
Foto : dokumentasi pribadi